| Sabtu, 08 Desember 2007 | NASIONAL |
Lagi, Rampok Mobil Rental DibekukSEMARANG- Kejahatan terhadap bisnis mobil rental kembali diungkap Unit Resmob Sat I Opsnal Ditreskrim Polda Jateng. Jika sebelumnya dengan modus membunuh sopir atau menggadaikan mobilnya, kini dilakukan dengan membius sopir mobil sewaan itu. Pelaku yang dibekuk adalah Kholil, warga Krian Mojokerto Jawa Timur; Khoiri, warga Ponorogo; David dan El Riana, warga Bogor (pasangan suami isteri); Roni, warga Jakarta; serta Iis, warga Bogor. Mereka dibekuk di sejumlah lokasi yang berbeda. Antara lain di Bogor, Jakarta, dan di Jalan Raya Krian, Mojokerto, Jawa Timur. Kini keenam pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif di Ditreskrim Polda Jateng. Kasat I Opsnal AKBP Nelson Pardamean Purba SIK mengungkapkan, pihaknya masih terus mengembangkan kasus tersebut. Sebab diduga terkait dengan aksi kejahatan serupa di lokasi lain yang hingga kini belum terungkap. ''Mudah-mudahan ada perkembangan baru yang bisa mengungkap kasus ini. Pengakuan sementara, mereka beraksi di 18 daerah berbeda,'' terang dia. Memasukkan Bius Hasil pemeriksaan sementara, pelaku awalnya menyewa mobil itu. Kemudian saat beristirahat di hotel atau rumah makan, pelaku memasukkan obat bius di minuman yang diberikan ke sopir. Reaksi obat bius yang dibeli di Jakarta, berpengaruh terhadap kondisi sopir beberapa saat setelah melanjutkan perjalanan. Akibatnya ketika di tengah perjalanan sopir umumnya mengalami pusing. Kesempatan itu langsung dimanfaatkan pelaku untuk membuang sopir di pinggir jalan. Mobil kemudian dibawa kabur. Selanjutnya mobil itu dijual. Salah satu mobil yang dijual di Jombang dan Mojokerto seharga Rp 15 juta hingga Rp 23 juta. ''Ya kami katakan BPKB-nya bisa menyusul. Kami hanya memberikan STNK dan mobil ke pembelinya,'' terang Kholil, salah seorang tersangka yang dibekuk. Dia mengaku mulai menjalankan aksinya sejak Maret 2007. Meski baru 10 bulan, sepak terjangnya cukup membuat aparat kebingungan mengungkap aksinya. Sebab mereka beraksi di lokasi berbeda. Misalnya, ketika baru beraksi di Surabaya, mereka langsung pindah ke Semarang atau Bandung. Jika perjalanan mobil rental dari Surabaya menuju Jakarta, maka sopirnya dibuang di daerah Kabupaten Tegal. (D12,H21-60) |