logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 08 Desember 2007 NASIONAL
Line

Terpilihnya Antasari

DPR Bantah Kompromi


SM/dok Trimedya

JAKARTA - Komisi III DPR membantah pandangan miring terpilihnya Antasari Azhar sebagai Ketua KPK merupakan kompromi politik. Ketua Komisi III Trimedya Panjaitan mengatakan keputusan itu merupakan sebuah realitas politik yang harus diterima semua pihak. Tidak ada kompromi politik antara Antasari dan DPR untuk "mengamankan" DPR dari pengawasan KPK.

"Apalagi para anggota Komisi III sudah melakukan pendalaman terhadap Antasari dalam uji kalayakan. Pertanyaan-pertanyaan sangat kritis," katanya di gedung DPR, Jumat (7/12).

Sementara itu lima pimpinan KPK telah dipilih dan disahkan DPR. Pengesahan hanya dihadiri sekitar 100 anggota Dewan.

Mereka adalah Chandra M Hamzah, Antasari Azhar, Bibit Slamet Rianto, Haryono, dan M Yasin.

"Itu usaha maksimal yang sudah dilakukan Komisi III. Perkenankanlah kami menyampaikan permohonan maaf sebesar-besarnya yang mempunyai calon tetapi tidak terpilih," kata Ketua Komisi III DPR Trimedya Panjaitan dalam laporannya saat Sidang Paripurna DPR di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (7/12).

Keputusan Komisi III tidak bisa diganggu gugat. "Tapi, semoga bisa diambil hikmahnya oleh Antasari untuk menunjukkan kepada masyarakat tujuannya masuk ke KPK dalam rangka memerangi korupsi di republik ini," tambahnya.

Trimedya menambahkan penolakan dari masyarakat terhadap Antasari adalah kritik membangun bagi para pimpinan KPK yang baru. Kini bagaimana kelima pimpinan bisa mengembalikan spirit pembentukan KPK.

"Yang terpenting adalah bagaimana KPK menjalankan tugasnya sesuai dengan undang-undang. Apalagi dari segi penyelamatan keuangan negara, hasil yang dicapai KPK sangat minim. Jadi KPK saat ini harus mampu menyelamatkan uang negara yang dikorupsi," tandasnya.

Harus Diterima

Wakil Presiden Jusuf Kalla meminta semua pihak tidak lagi mempersoalkan keputusan penetapan Antasari sebagai Ketua KPK. Menurutnya, lebih baik masyarakat ikut mengawasi agar lembaga itu bisa menjalankan fungsinya dengan benar.

Wapres mengatakan, terpilihnya Antasari merupakan hasil seleksi Komisi III DPR. Apapun harus diterima. "Ini pilihan berjenjang, kita hargai itu. Kita terima itu. Kita tidak bisa berharap mencari malaikat saat pemilihan di DPR untuk mencari yang terbaik," katanya usai shalat Jumat di Kantor Wakil Presiden.

Antasari kepada Suara Merdeka di kantornya Jumat (7/12), mengaku belum tahu kapan dirinya akan dilantik.

"Sampai sekarang, meski saya capek, saya masih menjalankan tugas di kantor," kata Direktur Penuntutan pada Jampidum Kejaksaan Agung itu."Saya sering kontak dengan pimpinan KPK untuk tukar pikiran dengan mereka."

Secara terpisah, Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie berpendapat masyarakat hendaknya memberi kesempatan kepada KPK periode 2007 - 2011 dapat bekerja. "Saya pikir, semua lapisan masyarakat harus memberi kesempatan pimpinan KPK terpilih bekerja," katanya di Jakarta.

Sementara itu KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) menilai terpilihnya Antasari Indonesia perlu obat untuk mengatasi krisis kepercayaan terhadap pemerintah.

"Kalau dahulu Ketua KPK Taufiequrrachman Ruki dianggap mencampuradukkan soal-soal hukum dengan dunia politik. Sekarang justru dipersoalkan kebersihan hukumnya itu sendiri," kata Gus Dur.(H28,J21,A20,J13,dtc-49)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA