| Sabtu, 08 Desember 2007 | NASIONAL |
Lum Nekat Melompat...
KALAU saja tak ada Operasi Candi Agung 2007 yang digelar petugas Samapta Polwiltabes Semarang di Jl Raya Ngaliyan-Mijen, Jumat (7/12) pagi, nasib dua wanita warga Malaysia, Pong Chong (60) dan Lum Sin Mool (32) mungkin bisa lain. Bisa jadi, dua warga Malaysia itu bakal lebih lama disekap kawanan penculik yang diotaki Nasamudin Arif alias Didin (35), warga Jepara. Bukan tidak mungkin pula, Pong dan Lum meregang nyawa. Namun, operasi untuk mengantisipasi keberadaan teroris, pengedar narkoba, pengguna senjata api dan senjata tajam, telah menggagalkan niat jahat kawanan penculik tersebut. Berkat operasi itu dua dari tiga pelaku, yakni Didin dan Santi (22), berhasil diringkus tak kurang dari sembilan jam setelah dipergoki polisi yang menggelar operasi. Awalnya tidak ada yang mengira, ketika mobil Isuzu Panther B-2836-PF warna merah itu, didalamnya mengangkut dua korban dan tiga pelaku penculik. Makanya, semula polisi hendak memeriksa laiknya pengendara lain yang melintas di jalan itu. Polisi juga belum curiga ketika melihat ada kaki menyembul dari kaca mobil. Kaki itu milik Pong. Dikira Sakit "Saya mengira wanita itu sedang sakit. Tapi ketika akan dihentikan untuk diperiksa, mobil itu justru tancap gas," kata seorang polisi berpangkat Briptu yang sempat memergoki mobil pelaku. Meski diteriaki untuk berhenti, mobil itu justru kian kencang melaju. Selang beberapa saat kemudian, puluhan polisi justru dibuat tercengang. Pasalnya, tiba-tiba seorang wanita keluar dari dalam mobil dengan cara meloncat. Bak di film-film laga, Lum jatuh tersungkur di tengah laju mobil yang kencang. Dia menderita lecet-lecet. Tapi luka yang dia derita itu belum seberapa dibanding ketakutannya tatkala disekap oleh Didin Cs. Dia harus menyaksikan majikannya, Pong dihajar oleh Didin. Bahkan keduanya diancam akan dibunuh, jika Pong tak segera menyerahkan uang Rp 1 miliar sebagai ganti kebebasan mereka. Lum rupanya sadar, peluang untuk kabur sedikit terbuka manakala melihat puluhan polisi yang berdiri di pinggir jalan. Tentu saja, mengetahui ada orang loncat dari dalam mobil, polisi segera mencium gelagat tidak beres. Beberapa personel yang melakukan operasi segera mengejar mobil tersangka. Sebagian memberi pertolongan kepada Lum yang lantas menceritakan ihwal peristiwa yang dialaminya. Kejar-kejaran Saat kejar-kejaran antara tersangka dan polisi, mobil tersangka dibelokkan ke Perumahan Bukit Jatisari, Mijen. Lantaran panik, semua yang menghalangi laju mobil hendak diterjang tersangka. Surmiyanto (31), satpam perumahan yang pagi itu sedang dinas jaga, juga nyaris ditabrak mobil tersebut. " Untung saya langsung menghindar. Mobil itu kencang sekali padahal masuk ke jalan perumahan," kata dia. Tak hanya polisi, sejumlah warga membantu mengepung kawanan itu. Pelarian kawanan itu berakhir ketika terjebak di sebuah gang yang tak begitu leluasa untuk kabur. Didin dan Yusuf segera keluar dari mobil dan mengambil langkah seribu. Keduanya berhasil lolos setelah meloncat pagar dan menghilang di rerimbunan hutan di belakang perumahan itu. Sementara polisi berhasil menyelamatkan Pong dan menangkap Santi yang tak sempat lari.(Fahmi Z Mardizansyah, Riyono Toepra-77) | ||||