logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 08 Desember 2007 NASIONAL
Line

Dua Warga Malaysia Diculik

  • Minta Tebusan Rp 1 Miliar

SEMARANG- Dua wanita warga negara Malaysia, Pong Chong (60) dan Lum Sin Mool (32), diculik dan diancam akan dibunuh jika tidak memberi uang tebusan Rp 1 miliar. Selama dua hari, dua karyawan agen pembantu rumah tangga (PRT), warga asal Damansara Utama Petaling Jaya, Selangor, Malaysia itu, disekap dan dihajar oleh pelaku penculikan.

Namun, Pong dan Lum, Jumat (7/12) sekitar pukul 10:00, berhasil kabur dari sekapan mereka. Seorang pelaku kabur, dua lainnya ditangkap secara terpisah.

Santi (22) warga Perumahan Jati Permai, Mijen, ditangkap setengah jam kemudian. Sementara otak penculikan, Nasamudin Arif alias Didin (35) warga Jepara, semalam dibekuk petugas Unit Resmob Polwiltabes Semarang yang dipimpin Kanit Resmob AKP Yahya R Lihu, ketika bersembunyi di rumah kakaknya di Kaliwungu, Kendal.

Didin ditangkap tak kurang dari sembilan jam setelah terbongkarnya kasus penculikan itu. Namun, Yusuf (34) hingga kini masih diburu.

Motif Dendam

Hasil penyidikan sementara, penculikan itu diduga bermotifkan dendam. " Itu masih dugaan awal, sebab kita masih melakukan pengembangan penyelidikan. Dari keterangan korban, pelaku kenal akrab dengan dia (Pong-red). Mereka pernah berbisnis penyaluran pembantu rumah tangga," kata Kasat Reskrim Polwiltabes Semarang AKBP Agus Rohmat SIK SH MHum.

Kendati diduga berlatar belakangkan dendam dan sakit hati, tersangka berusaha memeras korban dengan meminta tebusan Rp 1 miliar jika nyawanya ingin selamat. " Saya diancam dibunuh jika tidak memberikan uang," kata Pong di Mapolwiltabes.

Pong mengaku tidak menyangka bakal diculik dan dianiaya oleh Didin. Pasalnya, dia yang baru tiba di Semarang, Rabu (5/12) lalu, beberapa kali terlibat bisnis penyaluran pembantu dengan Didin.

" Saya memang kenal akrab dengan dia. Bahkan Didin pernah ke rumah saya di Malaysia. Saya juga pernah ke rumah dia di Jepara dan dikenalkan dengan istrinya. Mungkin dia dendam sama saya. Tapi saya tidak tahu salahnya apa," ungkap Pong terbata-bata.

Dia masih terlihat syok karena peristiwa penculikan dan penganiayaan yang dialaminya tersebut.

Mencari Pembantu

Kedatangan Pong ke Semarang mencari pembantu yang bersedia kerja di Malaysia. Pong dan Lum, karyawan sebuah agen di Negeri Jiran itu, berangkat dari Malaysia 3 Desember lalu.

Sehari di Surabaya, sebelum akhirnya ke Semarang dan menginap di Hotel Puri Garden di Jl Arteri Utara Blok D4 Anjasmoro, Semarang Barat.

Selang sehari kemudian korban didatangi Didin dan Ys yang mengaku sudah mendapatkan lima pembantu yang bersedia bekerja di Malaysia. Bahkan Didin meminta Pong agar mewawancarai langsung kelima PRT tersebut. Keesokan harinya, Kamis (6/12), Pong dan Lum check out dari hotel dan menumpang mobil Isuzu Panther B-2836-PF warna merah yang dibawa Didin.

Yusuf memegang kemudi. Sedangkan Didin, Pong dan Lum, bersanding di tempat duduk tengah. Di tengah perjalanan, tiba-tiba Pong diancam dengan pisau jika melawan, ketika Didin hendak mengikat tangan, kaki, dan leher. Mulut dan mata wanita itu dilakban. Sementara Lum dibiarkan ketakutan.

Barang berharga korban, dua paspor dan tiket penerbangan, perhiasan, jam tangan, uang Rp 6 juta, 500 Ringgit Malaysia, kamera, handycam, ATM BCA, enam kartu kredit, empat ponsel, dirampas.

Kedua korban dibawa ke rumah Santi dan disekap selama dua hari. Pong mendapat perlakuan kasar. Wajahnya dipukul beberapa kali, lantaran tak segera memberi uang yang diminta Didin. Karena jengkel, Jumat (7/12) sekitar pukul 10:00, korban dipindah ke dalam mobil.

Kepergok Polisi

Santi ikut serta dalam mobil tersebut. Saat mobil melintas di Jl Raya Mijen, mobil tersangka kepergok petugas Samapta Polwiltabes yang sedang menggelar Operasi Candi Agung 2007. Polisi yang hendak memeriksa isi mobil, kaget melihat kaki Pong keluar dari kaca mobil.

Awalnya, polisi mengira wanita itu sedang sakit. Namun saat dihentikan, mobil itu justru tancap gas. Lum yang tahu ada polisi langsung meloncat ke luar. Seketika itu polisi curiga langsung melakukan pengejaran. Sebagian memberi pertolongan Lum.

Mobil pelaku kabur Perumahan Bukit Jatisari, Mijen. Sempat terjadi kejar-kejaran. Satpam perumahan, Surmiyanto (31), nyaris ditabrak ketika bermaksud menghentikan laju mobil pelaku. Mobil baru berhenti setelah dikepung warga dan polisi. (H21,D12-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA