logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 08 Desember 2007 KEDU & DIY
Line

Minta Penanganan Berbagai Hal

Ibu-ibu Pesisir Temui Anggota DPRD

KULONPROGO - Jaringan Posyandu Pesisir Kulonprogo yang beranggotakan ibu-ibu menemui anggota DPRD untuk berdialog membicarakan berbagai persoalan menyangkut kehidupan mereka. Pada dialog itu terungkap keinginan para ibu agar pemerintah lebih memperhatikan pendidikan, kesehatan perempuan dan anak-anak serta pertanian.

''Kami mohon para wakil rakyat dapat menyampaikan permintaan kami ini supaya pemerintah benar-benar memperhatikan nasib ibu-ibu di masyarakat bawah,'' tutur salah seorang pengurus posyandu dari Panjatan, Suginem.

Dia juga menyoroti wilayah pegunungan Menoreh yang rawan bencana, mulai dari tanah longsor, banjir, kekeringan, gagal panen, dan gelombang pasang yang membuat nelayan tak bisa melaut. Menurutnya, pemerintah masih kurang sigap menangani persoalan tersebut.

Pembangunan tanpa melibatkan masyarakat menjadi bahan kritikannya pula. Dia mencontohkan proyek pembangunan air bersih di Garongan, Panjatan dengan jet pump membuat warga sekitar khawatir bakal menjadikan mata air dan sumur kering. Mereka meminta pembangunan tersebut dihentikan dan dicarikan solusi lain dalam pengadaan air bersih.

Anggota jaringan yang lain, Siti Hidayah, menyoroti dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang belum mampu mengatasi masalah biaya pendidikan.

Dia melihat masih ada pungutan-pungutan dari sekolah yang memberatkan orang tua murid. Harapannya, BOS benar-benar menjadi bumper bagi orang tua sehingga tak ada lagi pungutan.

Wakil Ketua Komisi I DPRD Kulonprogo Muhyadi SAg yang menanggapi keluhan para ibu itu mengungkapkan, akan segera menindaklanjuti sejumlah persoalan yang diadukan. Wakil rakyat bersama pemerintah dalam waktu dekat akan berkoordinasi agar ada langkah-langkah nyata. (D19-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA