| Sabtu, 08 Desember 2007 | BANYUMAS |
Sedimentasi Segara Anakan( 2-Habis )Alternatif Baru Itu Bernama WadukBERPIJAK pada konsep berfikir DAS Citandui sebagai satu kesatuan ekosistem, maka PPLH Regional Jawa Kementrian Lingkungan Hidup bekerja sama dengan konsultan PT Citra Gama Sakti Yogyakarta pada akhir 2007 telah menyusun Grand Design Pengelolaan Lingkungan Hidup DAS Citandui. Grand design tersebut bertujuan untuk mewujudkan pengelolaan sumber daya alam dan lingkungan hidup secara terpadu (integrated) yang dapat dipacu sebagai payung pelaksanaan program lintas sektoral dan lintas wilayah se-DAS Citandui. Di dalam grand design tadi telah tersusun delapan rencana strategis. Meliputi, program rehabilitasi hutan dan lahan di bagian hulu, program pengendalian banjir/genangan, dan normalisasi sungai, program pembangunan waduk, program pengembangan perairan. Kemudian program pengembangan sektor pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan. Selanjutnya, program pengendalian kerusakan dan pencemaran lingkungan, program perencanaan sudetan Citandui, dan terakhir perogram penguatan kelembagaan dan peningkatan partisipasi masyarakat. Dua Masalah Dari delapan rencana strategisyang terdapat di dalam grand design yang relatif baru adalah program pembangunan waduk. Rencana tersebut dikatakan baru, karena selama 30 tahun terakhir, di DAS tersebut belum pernah ada konsep pembuatan waduk sebagai salah satu alat pengendali sedimentasi. Berdasarkan hasil analisis PT Citra Gama Sakti selaku konsultan, fluktuasi debit Sungai Citandui yang besar memberikan masalah pada daerah yang dilalui. Pada musim hujan, selalu terjadi banjir di daerah hilir karena air melimpah dan aktifnya proses sedimentasi di Segara Anakan. Menurut Mudjiono, meski grand design tadi telah tersusun, tapi implementasinya masih dihadapkan pada dua masalah besar yaitu persoalan kesepakatan antardaerah dan dana. "Untuk itu, tugas Kementrian Lingkungan Hidup sekarang adalah menyatukan komitmen para pengambil kebijakan di tujuh kabupaten dan kota dalam menyediakan dana untuk membangun waduk tadi," katanya.(Agus Sukaryanto-74) |