logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Desember 2007 SALA
Line

Bekatul Jadi Santapan Lezat Bergizi

BEKATUL atau kulit ari padi, kini tak lagi sekadar makanan ayam. Limbah tersebut ternyata bermanfaat untuk kesehatan, setelah diolah menjadi sereal yang layak dikonsumsi manusia. Mantan Kepala RSUD Sragen dr H Untung Mardikanto meyakini, bekatul mengandung vitamin B1 dan B12, yang berkasiat untuk kesehatan syarat.

''Sereal bekatul itu makanan yang menyehatkan dan tidak memiliki efek samping yang merugikan kesehatan,'' tutur dr Untung Mardikanto MARS.

Adalah H Suyanto yang mengolah bekatul dari padi organik menjadi sereal. Dia mengatakan, kulit ari padi yang dulu hanya untuk pakan ayam itu sangat baik untuk mengobati kolesterol, diabetes, dan hipertensi. Sudah banyak konsumen, termasuk kalangan pejabat yang membuktikan khasiat makanan tersebut.

Mereka yang pernah membuktikan antara lain Kepala Kantor Catatan Sipil Sarwadi SSos, mantan Kepala RSUD dr Untung Mardikanto, maupun Kepala Kehutanan dan Perkebunan Ir Wakidi. Karena terbukti berkasiat untuk kesehatan, H Suyanto berniat mematenkan temuannya itu.

''Setelah saya cek, ternyata di Indonesia baru UD Padi Mulyo Sragen yang memproduksi sereal padi organik dalam kemasan,'' tutur dia yang dikenal sebagai salah satu perintis padi organik di Sragen itu.

Sereal khas itu dibuat agar mudah dikonsumsi. Bekatul yang siap saji diseduh dengan air hangat mirip sereal, bisa dicampur dengan madu.

Ditumbuk Halus

Makanan tersebut harap jangan disamakan dengan bekatul yang beredar di pasar tradisional yang harganya sekitar Rp 1.500/kg. Sebab pemprosesannya dilakukan secara khusus.

Bekatul itu sudah ditumbuk lembut. ''Proses membuat sereal itu cukup sulit,'' tutur Suyanto sambil mengecek kualitas barang produksinya sebelum dikemas.

Jangan heran jika harga barang seberat 150 gram itu lebih mahal dari beras organik yang harganya Rp 6.000 per kg. Makanan itu bisa diperoleh di UD Padi Mulyo milik H Suyanto di Jalan Raya Sragen - Solo Km 5, Sidoharjo, Sragen dengan harga Rp 7.000 per kantung.

Sereal dikemas dalam kantung kertas warna hijau yang indah, untuk menjamin kualitas mutu. Sesuai yang tertera di kemasan kantung, sereal itu sudah melalui uji laborat PT Sucofindo No.3268349 dan terdaftar di Depkes Nomor 33/11-31-03.

Banyak orang mencari bahan baku bekatul, karena kangen untuk dibuat pis katul dengan cara dikukus. Terlepas dari kelezatan penganan itu, ternyata bekatul bermanfaat untuk kesehatan syaraf, kolesterol, hipertensi dan diabetes.

Kini produk sereal itu sudah merambah Jakarta, Solo, Surabaya dan kota besar lainnya. (Anindito AN-63)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA