| Kamis, 06 Desember 2007 | OLAHRAGA |
SABAI DEE MAI ? (APA KABAR ?)Selebaran Petunjuk Waktu ShalatMESKI lebih dari 70% penduduk Thailand beragama Budha, toleransi mereka terhadap tamu non-Budha patut diacungi jempol. Panitia tampak menyadari betul bahwa banyak juga peserta SEA Games yang berasal dari negara-negara mayoritas muslim seperti Indonesia, Malaysia, dan Brunei. Karena itu, mereka berusaha melayaninya dengan baik. Selain mendirikan bangunan darurat untuk mushala di beberapa tempat, termasuk masjid di perkampungan atlet, juga setiap hari dibagikan selebaran berisi petunjuk waktu shalat setempat. Tak ada perbedaan waktu antara Nakhon Ratchasima, Bangkok, Jakarta atau Semarang. Tapi dalam soal waktu shalat, Indonesia ternyata datang lebih cepat. Jika di Jakarta dan sekitarnya shalat dhuhur sudah bisa dilakukan mulai pukul 11.45, di Nakhon dhuhur baru tiba pukul 12.30. Demikian juga ashar dan maghrib, yang baru dimulai pukul 15.30 dan 18.10. Sukarelawan yang sebagian besar beragama Budha juga dengan santun akan segera menunjukkan mushala-mushala terdekat jika kita mintai tolong. (*-40) Perkutut dan Jalak Keluyuran di Jalan PERNAH melihat burung perkutut yang jinak-jinak merpati di jalanan? Kalau belum, jika punya kesempatan datanglah ke Nakhon Ratchasima. Di tempat-tempat terbuka, termasuk halaman kampus Universitas Teknologi Suranaree (SUT), hotel, atau kantor pos, burung yang di Indonesia harganya bisa selangit itu bisa didekati. Sebagian dari perkutut-perkutut itu juga berkicau bagus ketika berada di ''daratan'' tersebut. Tak hanya perkutut, jalak putih juga beberapa kali terlihat berkeliaran di sekitar SUT. Agak-agak jinak. Hanya, mereka tetap saja sulit ditangkap meski tak mau terbang saat didekati. Kalau di Indonesia, perkutut-perkutut itu mungkin tak berani bertingkah demikian. Jangankan jinak-jinak merpati, yang liar saja terus diburu sampai terbirit-birit. (*-40) |