logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 06 Desember 2007 SEMARANG
Line

Pulang Haji, Kios Pasar Sudah Rata

  • Terpaksa Jualan di Emperan

TENGARAN- Hj Sutirah (60), pedagang eks Pasar Kembangsari Lama, Desa Karangduren, Kecamatan Tengaran, Kabupaten Semarang, hanya bisa pasrah karena sudah tidak memiliki modal dan kios untuk berdagang.

Padahal, setahun lalu dia termasuk pedagang yang cukup berhasil.

Namun, setelah pulang menunaikan ibadah haji akhir 2006 lalu, kiosnya sudah rata dengan tanah, karena tanah Pasar Kembangsari Lama telah ditarik kembali oleh pemiliknya, TNI-AD. Dia pun tidak dapat membendung rasa sedih dan kecewa, karena tempat berdagang lebih dari 35 tahun itu, sudah tidak ada lagi.

Kini, dia berjualan di emperan kios di Pasar Kembangsari Baru, sekitar 50 meter arah selatan Pasar Kembangsari Lama yang telah rata dengan tanah. ''Saya tidak tahu, setelah pulang kios sudah rata dengan tanah,'' ujar Sutirah sambil berlinang air mata menceritakan nasibnya.

Dia terpaksa harus berusaha dari nol dengan berjualan gerabah dan kerajinan tangan peralatan dapur, di emperan pasar yang sudah mulai ramai. Beberapa pekan ini dia menggunakan sebuah kios yang belum dimanfaatkan pemiliknya. ''Saya pokoknya menempati saja. Kata pedagang lain, kios ini milik Pak Camat Tengaran. Kalau diusir saya akan jualan lagi di emperan,'' katanya.

Ibu tiga anak ini mengaku sudah tidak memiliki modal dan uang untuk membeli los atau kios baru di Pasar Kembangsari Baru. Untuk berjualan saja dia terpaksa menggunakan modal seadanya, termasuk bantuan dari anak-anaknya. ''Waktu masih punya kios di pasar lama, dagangan saya cukup laku dan pelanggan banyak. Sekarang benar-benar susah dan keuntungan sangat kecil,'' tuturnya.

Wanita asal Kabupaten Klaten yang sudah lama ditinggal suaminya itu, berharap mendapat bantuan modal untuk mendapat los dan meningkatkan usaha. Menurut Sutirah, masih banyak pedagang lain yang mengalami pengalaman pahit seperti dirinya, karena sudah tidak lagi memiliki tempat untuk berdagang.

Bagian Pemasaran Pasar Kembangsari Baru Drs Siswanto mengatakan, pihaknya telah menambah bangunan kios dan los baru untuk menampung pedagang. Hampir semua los dan kios telah terbeli, namun belum semua pedagang menempatinya. ''Mereka biasanya menempati jika daerah itu telah ramai,'' kata Siswanto (H2-37)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA