| Kamis, 06 Desember 2007 | INTERNASIONAL |
Pengacara Pakistan Turun ke Jalan LagiISLAMABAD - Para pengacara Pakistan kembali turun ke jalan, kemarin. Mereka meneriakkan slogan-slogan anti-Presiden Pervez Musharraf. Mereka mendesak Musharraf untuk mengaktifkan kembali hakim-hakim yang dipecatnya. ''Enyahlah Musharraf!'' pekik para anggota Asosiasi Pengacara Islamabad itu. Para pengacara itu bertekad terus menggelar demonstrasi sampai Musharraf mengaktifkan kembali sejumlah hakim yang dipecat karena menentang kebijakan status darurat. Kalangan pengacara telah melakukan aksi-aksi protes anti-Musharraf sejak Presiden Pakistan itu berusaha memecat hakim agung Maret lalu. Mereka kembali turun ke jalan saat Musharraf memberlakukan status darurat 3 November lalu. ''Kami ingin hakim-hakim yang disingkirkan secara ilegal dan inkonstitusional itu dipulihkan kembali jabatan mereka. Konstitusi juga harus diberlakukan lagi dan hak-hak dasar rakyat harus ditegakkan,'' ujar Haroon Rashid, ketua asosiasi pengacara. ''Sebelum semua tuntutan itu dipenuhi, kami akan terus melakukan aksi protes. Kami akan terus memboikot sidang-sidang di Pengadilan Tinggi dan Mahkamah Agung Pakistan sampai hakim-hakim tersebut diaktifkan kembali,'' tambahnya. Memboikot Sidang Dalam demonstrasi itu, para pengacara mengenakan jas hitam dan kemeja putih yang biasa mereka pakai saat menghadiri sidang. Mereka berpawai di sekitar kompleks pengadilan distrik. Sebagian pengacara melakukan aksi mogok makan. Aksi boikot sidang pengadilan juga berlangsung di kota-kota lain, termasuk di Peshawar, Pakistan baratlaut. Para pengacara di Karachi, kemarin, memulai aksi mogok sidang selama satu jam. Mereka berencana melakukan aksi boikot sehari penuh Kamis ini. Musharraf telah membebaskan lebih dari 5.000 pengacara dan aktivis yang ditangkap sejak keadaan darurat diberlakukan November lalu. Namun beberapa hakim agung, termasuk mantan ketua MA Iftikhar Chaudhry, tetap berada dalam tahanan rumah. ''Penahanan itu merupakan tindakan ilegal yang dilakukan pemerintah!'' kata Syed Mohammad Tayyab, sekretaris jenderal asosiasi pengacara. Para pengacara di Lahore memboikot proses sidang pengadilan tinggi. Mereka menggelar aksi pawai di depan rumah seorang hakim agung yang disingkirkan. Seorang pengacara mengatakan, hakim itu menderita serangan jantung dan dirawat di rumah sakit setelah menerima surat pemecatan. Aksi boikot para pengacara itu berpengaruh pada kelancaran sidang. Sejumlah warga sipil menunggu sia-sia di depang gedung pengadilan di Islamabad. Irfan Aized (29), seorang guru di Lahore, tetap menunggu keputusan pengadilan mengenai penyelesaian kasus pencurian mobilnya. ''Aksi boikot para pengacara itu berdampak bagi kehidupan warga biasa seperti saya. Jika setiap hari saya harus menghabiskan banyak waktu untuk menunggu seperti ini, saya bisa kehilangan pekerjaan,'' ujarnya.(rtr-ben-26) |