| Kamis, 06 Desember 2007 | BANYUMAS |
JALUR SELATANKerja Lambat, Kena SanksiKEBUMEN - Kematian Angga Widodo (11 bulan), anak balita gizi buruk dari pasangan Jemiya (35) dan Bawon (alm), warga RT 1 RW 2 Desa Kalitengah, Kecamatan Poncowarno, belum lama ini, menjadi pelajaran berharga bagi jajaran Dinas Kesehatan Kebumen. Kini dinas yang dikepalai dokter HA Dwi Budi Satrio MKes itu tidak ingin lagi kecolongan kasus gizi buruk. Tidak tanggung-tanggung, petugas yang terlambat menemukan kasus gizi buruk akan dikenai sanksi. Sanksi berupa administratif dan penundaan pemberian fasilitas. Dalam laporannya kepada Bupati, dia menyampaikan kasus gizi buruk di Kebumen 0,5%. Sebagian kasus itu disebabkan oleh penyakit penyerta. Selain itu, rendahnya tingkat partisipasi masyarakat ke posyandu juga menjadi salah satu faktor. Tingkat partisipasi ke posyandu 69,1% dari target 70%.(J19-66) SD Kanigoro I Tagih Janji MAGELANG - SD Negeri Kanigoro I Magelang menagih Gubernur Jateng, karena sudah lima bulan janji akan membantu dana untuk pembangunan penambahan ruang kelas belum dipenuhi. "Waktu berkunjung ke Kanigoro pertengahan tahun ini, Pak Gubernur meminta kami untuk membuat surat permohonan dana pembangunan ruang kelas dan talut ke Pemerintah Provinsi Jateng," kata Margaretha Titinem, kepala SD itu, kemarin. Kunjungan Gubernur Jateng ke Desa Kanigoro, Kecamatan Ngablak, Kabupaten Magelang, saat itu, berkaitan dengan meninggalnya 10 warga secara misterius. Titinem mengemukakan, proposal diajukan akhir Juli lalu dia antar sendiri ke Pemprov Jateng di Semarang. Namun bantuan itu sampai sekarang tak kunjung turun.(pr-71) KPU Siapkan 2.821 TPS PURWOKERTO- Ketua Devisi Pemutakhiran Data Pemilih dan Pemungutan Suara KPU Banyumas, Indra Purnama menjelaskan, jumlah tempat pemungutan suara (TPS) yang akan disiapkan mencapai 2.821 tempat. Data tersebut hasil laporan masing-masing kecamatan. Sesuai UU No 32 Tahun 2004 dan PP No 17 Tahun 2005 perubahan atas PP No 6 Tahun 2004, setiap TPS minimal menampung sekitar 600 pemilih. Namun, hingga kemarin KPU belum bisa mengumumkan hasil total DPT. Itu terjadi karena laporan masing-masing kecamatan tetap belum masuk semua. ''Kendalanya masih sama, yakni mereka baru bisa bekerja lagi untuk membuat rekap data pemilih tetap setelah mencairkan uang operasional. Kami akan jemput bola mendatangi setiap PPK agar laporannya bisa masuk. Mudah-mudahan setelah penetapan calon resmi bisa diumumkan Kamis (13/12),'' kata Indra, kemarin. (G22,in-55) Bantuan Penanggulangan Bencana CILACAP- Untuk menunjang kegiatan penanggulangan bencana, Satlak Penanggulangan Bencana (PB) Kabupaten Cilacap akan mendapat bantuan dari Direktur Managemen Penanganan dan Penanggulangan Bencana, Depdagri. Bantuan yang akan dikirim berupa satu unit perahu, dua set komputer, satu unit sepeda motor, dan satu unit mobil roda empat. Menurut rencana, bantuan tersebut akan dikirim dalam waktu dekat. Kepala Badan Kesbang dan Linmas Kabupaten Cilacap, Drs H Yayan Rusyawan Effendi MM, selaku Sekretaris Harian Satlak PB mengatakan, bantuan tadi diberikan karena Cilacap merupakan daerah rawan bencana. ''Hampir seluruh wilayah Cilacap rawan bencana, baik bencana tsunami, banjir, tanah longsor, angin ribut, atau kekeringan. Sementara peralatan yang dimiliki Satlak masih sangat minim,'' katanya. Pada musim hujan kali ini, lanjut dia, Satlak PB mewaspadai bencana tanah longsor, banjir, dan angin puting beliung. Di awal musim hujan, bencana banjir sudah melanda beberapa kecamatan, seperti Bantarsari, Kawunganten, Jeruklegi dan Kesugihan. (ag-75) Atap TK Ambruk BANJARNEGARA-Baru selesai direhab dua pekan, atap gedung TK Al Asadiyah di Desa Sered, Kecamatan Madukara, ambruk pada Rabu (5/12) pagi sekitar pukul 05.00. Tak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, sebab proses belajar mengajar belum dimulai. Akibat kejadian itu, untuk sementara siswa TK tersebut yang berjumlah 12 anak, belajar di gedung pondok pesantren (ponpes) Al Asadiyah yang berjarak sekitar 500 meter dari lokasi. ''Saat kejadian seluruh warga di sekitar lokasi kaget dan bergegas menuju sekolahan. Kami kira ada pohon tumbang yang menimpa rumah dan sekolahan, sebab hujan dan angin besar kerap terjadi beberapa hari terakhir,'' kata Cipto Sudarno, ketua komite pembangunan sekolah tersebut, kemarin. Dia mengungkapkan, rehab gedung TK tersebut baru selesai dua pekan atau sekitar 15 hari lalu. Saat itu kayu kelapa yang digunakan untuk pengeret juga diperiksa kekuatannya secara seksama oleh tukang.(H25-29) |