logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Desember 2007 RAGAM
Line

Dari Tanah sampai Porselen

SAAT ini kita bisa menjumpai aneka jenis pot di pasaran. Klasifikasi ini biasanya berdasarkan bahan baku pembuatannya. Awalnya pot hanya terbuat dari bahan tanah liat, tapi belakangan muncul pula pot-pot berbahan semen, porselen (tembikar), dan plastik. Masing-masing memiliki keunggulan dan kelemahan.

Pot tanah liat, sebagai produk awal, memiliki dinding berpori-pori. Jenis ini mampu menjamin air tidak akan berlebihan dalam media tanah, sehinga suhu udara relatif stabil. Keunggulan lainnya, pot tanah liat relatif ringan dan harganya juga murah.

Sayangnya, pot jenis ini mudah sekali pecah, dan miskin aksesoris. Jika sampai pecah, media tanam menjadi berantakan dan dapat merusak tanaman, terutama bagian perakarannya. Jalan satu-satunya adalah menggantinya dengan pot baru. Ini berarti tanaman memerlukan masa adaptasi kembali.

Bagaimana dengan pot semen? Ia juga mempunyai dinding berpori-pori, sehingga bisa mencegah air yang berlebihan dalam media tanam. Penampilannya lebih cantik daripada pot tanah liat, karena ada beberapa ornamen (kulit kerang, kerikil, atau pecahan kaca) di bagian dinding luar.

Kelemahannya, pot semen memiliki bobot yang jauh lebih berat daripada pot tanah liat. Kita menjadi repot saat mau memindahkannya dari tempat yang satu ke tempat lain. Bahkan dibutuhkan beberapa orang untuk mengangkatnya.

Lebih Awet

Pot plastik lebih awet, lebih ringan, dan lebih murah daripada dua jenis pot terdahulu. Bahkan warna, bentuk, dan ukurannya lebih beragam. Namun, pot plastik tidak punya pori-pori yang menjamin air dapat merembes keluar jika terlalu jenuh. Akibatnya, aliran udara dalam media tanam kurang lancar, sehingga suhu dalam pot akan meningkat dan mengganggu kesehatan tanaman.

Yang paling banyak digunakan penggemar anthurium, terutama kalangan menengah ke atas, adalah pot dari bahan porselen. Harganya memang mahal, tetapi penampilannya paling cantik dibandingkan tiga jenis pot lainnya.

Tetapi, sebagaimana pot semen, pot dari porselen ini cukup berat. Dindingnya juga tak memiliki pori-pori, karena dinding luar dilapisi bahan serupa glass. Akibatnya, sirkulasi udara dan kadar air dalam media tanam sulit dikontrol. Nah, mau pilih mana? (Sriyati-32)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA