| Senin, 03 Desember 2007 | PANTURA |
Festival Band Pelajar, Lemah di Vokal Kuat di MusikMENCOBA mencairkan kebekuan, itulah yang hendak dibidik oleh Dinas Perhubungan Pariwisata dan Seni Budaya Kota Tegal. Maklumlah, hampir setahun ini Kota Bahari sepi dari kegiatan festival band. Namun niat mulia itu tampaknya masih belum mendapatkan imbal balik yang setimpal. Terbukti dari 10 finalis Festival Band Pelajar se-Eks Karesidenan Pekalongan yang kemarin digelar di panggung Objek Wisata Pantai Alam Indah, rata-rata grup memiliki vokalis yang lemah di segi power, meski di sisi pengolahan musik (aransemen) cukup bagus. ''Banyak peserta yang terjebak pada praktik kanibalisme musik. Yakni, memotong-motong intro lagu lain, yang dipaksa masuk menjadi intro lagu wajib maupun pilihan,'' ujar pengamat musik Igho BG. Misalnya, intro lagu Semut Hitam milik God Bless, dipaksakan menjadi bagian dari musik lagu wajib, Musnah (Andra and The Backbone). Kepala Dishubparsenbud Sumito SIP bertekad akan menggelar acara serupa di 2008. Dia berharap, Kota Tegal nantinya bisa menjadi baromoter musik se-Eks Karesidenan Pekalongan. ''Sayangnya, dari 10 finalis, sembilan di antaranya dari Tegal sendiri,'' ujarnya. Satu peserta dari Pemalang, yakni SMPN 2 akhirnya dipilih oleh Juri yakni Dwi Erry Santoso, Dinar M dan Sugeng mejadi juara favorit. Puas Ketua Panitia Imam Adi Susanto puas dengan antusiasme peserta dan penonton. Sebab pendaftar mencapai 56 grup band, namun yag ikut audisi hanya 42. Santo mengaku, dalam festival ini dia membuat trik. Yakni pendaftar ditarik biaya pendaftaran Rp 50.000/peserta. Namun uang itu kemarin dikembalikan lagi seusai festival. ''Dengan cara ini 42 peserta hadir di final, sehingga misi ajang ini tercapai, dan penonton pun lumayan banyak,'' ujar pemborong bangunan ini. Dishubparsenbd melarang pendaftar ditarik biaya, karena anggaran disediakan dari APBD. Festival dengan hadiah total Rp 6,5 juta yang berakhir hampir pukul 15.00 itu menetapkan, juara I, II dan III adalah SMAN 4, SMAN 5 dan SMAN 2. Dua vokalis mantan band remaja, Ayu dan Husni mengakui, kualitas vokalis rata-rata peserta pas-pasan. Festival juga menghadirkan band tamu, Etnik Band dari Semarang. (Nuryanto Aji-15) |