logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Desember 2007 NASIONAL
Line

JELANG PILGUB 2008

Tips Kampanye JK, Dekati Tokoh NU


SM/Riyono Toepra BERI WEJANGAN:Ketua Umum Partai Golkar Jusuf Kalla (kanan) duduk satu meja dengan pasangan cagub - cawagub Jateng dari Partai Golkar Bambang Sadono dan Muhammad Adnan di Hotel Graha Santika, Semarang, Minggu (2/12). Kalla hadir untuk memberikan wejangan kepada ratusan kader partai berlambang pohon beringin.(30)

SEMARANG- Ketua Umum DPP Partai Golkar Jusuf Kalla memberi tips kampanye untuk pasangan cagub-cawagub Bambang Sadono-Mohammad Adnan dalam Pilgub 2008. Salah satunya mendekati tokoh NU yang dikemas dalam kegiatan silaturahmi. Kalla datang ke Kota Lunpia untuk menghadiri acara Rakornas Partai Demokrat. Sebelum ke acara itu dia memberikan wejangan di hadapan ratusan kader partainya di Hotel Graha Santika Jl Pandanaran. Kalla memberikan berbagai tips kampanye agar sukses seperti saat kampanye pilpres beberapa waktu lalu.

''Saya dulu berpasangan dengan SBY didukung Partai Demokrat dan Partai Golkar yang jumlah perolehan suaranya sedikit dalam pemilu legislatif. Tapi nyatanya suara yang diperoleh dalam pilpres mencapai lebih dari 60 persen. Ini luar biasa,'' terang dia.

Jangan Arogan

Kenapa begitu? Menurut Kalla yang juga wapres, karena saat kampanye tidak arogan. Masyarakat tidak suka kampanye yang terlalu membangga-banggakan diri atau bersikap sombong. Dia mengingatkan, saat itu pesaingnya Amien Rais menyodorkan slogan ''Amien Rais for President'' dan menggunakan pesawat terbang. Dirinya saat itu hanya menyodorkan slogan kepada masyarakat ''Bersama Kita Bisa''. Ternyata hal seperti itu dapat diterima.

''Bukan saya mau mengajari. Tapi silakan ini dijadikan referensi untuk kampanye Pilgub Jateng. Cari hal-hal yang positif dan dapat menggugah nurani masyarakat agar simpatik,'' tuturnya.

Di sisi lain, dia juga mengkritik padatnya jadwal pilkada di sejumlah daerah. Mulai dari pilbup hingga pilgub. Kondisi tersebut membuat masyarakat tak pernah berhenti dijejali berita soal pilkada.

Hampir setiap hari media massa memberitakan pilkada. Bahkan pilkada di Maluku, demonya di Jakarta. Hal itu cukup memprihatinkan. Apalagi anggarannya mencapai triliunan rupiah. Dia lalu mempertanyakan, kapan memikirkan kesejahteraan kalau dananya banyak tersedot untuk pilkada di sejumlah daerah atau provinsi. ''Masyarakat butuh peningkatan kesejahteraan. Ini yang harus dipikirkan. Bukan dijejali persoalan pilkada saja. Demokrasi itu penting, tapi kesejahteraan juga jangan sampai ketinggalan,'' tandas dia.

Usai menggembleng kadernya dengan jurus-jurus rahasia berkampanye, sekitar pukul 14.30, sekembalinya menghadiri rakornas Partai Demokrat dia bersilaturahmi dengan tokoh NU Jateng di Hotel Pandanaran.

Silaturahmi berlangsung tertutup. Tidak ada media yang meliput karena tidak diperbolehkan meliput acara tersebut.

Usai acara itu, Kalla mengajak berdialog secara khusus dengan Rois Syuriah KH M Masruri Mughni dan Mustasyar KH Dimyati Rois, di restoran hotel itu. Belum jelas apa yang dibicarakan dalam pertemuan khusus tersebut.

Sementara itu, KH M Masruri Mughni menyatakan dalam silaturahmi Kalla hanya berharap kerja sama yang sudah baik dengan NU dapat dipertahankan. Juga soal permintaan dukungan dalam Pilgub Jateng 2008..(D12,H21-60)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA