| Senin, 03 Desember 2007 | NASIONAL |
Peringatan Hari AIDS Sedunia (2-Habis)Saatnya Tepati Janji untuk Menanggulangi
PADA peringatan Hari AIDS Sedunia (HAS) tahun ini, tema yang diangkat adalah kepemimpinan, dengan slogan ''Stop AIDS Tepati Janji''. Dalam tema tersebut diharapkan terdapat kemajuan yang besar dalam penanggulangan HIV/AIDS (Human Immunodeficiency Virus/Acquired Immune Deficiency Syndrome). Tema itu sendiri dipilih oleh Global Steering Committe Kampanye AIDS Sedunia (WAC) pada pertemuan di Jenewa beberapa waktu lalu. Dalam rilis Departemen Kesehatan, Ketua Global Steering Committe Derloris Dockrey mengatakan, kondisi dunia saat ini sedang sekarat. Maka diperlukan kepemimpinan yang dapat melihat realitas dunia yang sedang berkembang. Yaitu, ketika terjadi peningkatan penanganan HIV/ AIDS menjadi prioritas, di sisi lain terdapat keterbatasan dana yang menyebabkan miskinnya pelaksanaan program penanggulangan penyakit mematikan tersebut. Sementara tujuan umum kampanye AIDS sedunia mulai 2005 hingga 2010 adalah meyakinkan bahwa para pemimpin dan pembuat kebijakan agar memenuhi janjinya untuk mengurai benang kusut seputar permasalahan penanggulangan HIV/AIDS. Seperti penyediaan akses universal layanan pengobatan, perawatan, dukungan, dan pencegahan sampai 2010. Rasanya tujuan dari tema kali ini tepat untuk dikedepankan. Pemerintah dan masyarakat pantas untuk berhenti membuat janji perubahan, terkait penanggulangan AIDS. Kini saatnya untuk menepati janji-janji yang telah terucap. Seperti diketahui, AIDS begitu menakutkan karena hingga kini belum ditemukan obatnya, walaupun terdapat terapi yang dapat memperlambat perkembangan virus HIV yang merusak sisitem kekebalan tubuh manusia. Namun hingga kini, belum terdapat cara yang benar-benar dapat membunuh virus yang menyebabkan AIDS tersebut. AIDS merupakan penyakit yang menular. Tetapi yang menular sebenarnya adalah virus HIV. Virus mematikan tersebut menular dari orang yang terinfeksi melalui darah, cairan vagina, air mani, dan air susu ibu. Adapun penularan disebabkan melalui kegiatan seperti berhubungan seks, memakai jarum suntik bergantian dengan pengidap, dan disusui orang yang terinfeksi virus HIV. Hingga kini belum ditemukan kasus penularan HIV melalui air mata dan ludah. Namun HIV dapat menular melalui oral seks. Hal tersebut hanya terjadi jika terdapat luka terbuka pada mulut atau gusi berdarah. Hingga 2006, Departemen Kesehatan memperkirakan, di Indonesia terdapat 165.000-250.000 orang yang terinfeksi HIV. Namun hingga akhir Maret 2007, hanya ada 14.628 kasus yang dilaporkan ke Depkes, dengan 8.988 sampai ke stadium AIDS dan 1.994 meninggal dunia. Data Depkes hingga September 2007 menunjukkan, penderita AIDS usia kurang dari satu tahun ada 42 orang dengan jumlah penularan melalui jarum suntik nol, 1-4 tahun (99 penderita/penularan melalui jatum suntik nol), usia 5-14 (35/3), usia 15-19 (264/102), usia 20-29 (5.587/3.505). Kemudian usia 30-39 (2.906/1.199), usia 40-49 (850/182), usia 50-59 (219/28), usia di atas 60 (49/6), dan usia tidak diketahui (333/113). Adapun angka pelaporan kasus HIV/AIDS setiap tahun mengalami peningkatan. Pada 2000 (dilaporkan terdapat pengidap baru HIV sebanyak 403, sedangkan AIDS 255 orang), 2001 (732 HIV/219 AIDS), 2002 (648/345), 2003 (168/316), dan 2004 (649/1.195). Tahun 2005 (875/2.638), 2006 (986/2.873), dan hingga September 2007 (3.859/1.517). Melihat fakta tersebut, layak bila semua pihak kembali meneriakkan ''Stop AIDS Tepati Janji''.(Wahyu Wijayanto-48) | ||||