logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Desember 2007 KEDU & DIY
Line

MALIOBORO

Digendam, Rp 35 Juta Amblas

YOGYAKARTA - Kejahatan dengan modus ilmu gendam untuk kesekian kalinya terjadi Jumat lalu (30/11) yang menimpa Sulistyowati (22). Setelah disenggol orang tidak dikenal di sebuah pusat belanja di kawasan Jl Laksda Adisucipto, korban warga Dusun Sonopakis Lor, Desa Ngestiharjo, Kabupaten Bantul itu kehilangan uang tunai Rp 28 juta, sebuah ponsel, dan sejumlah perhiasan emas.

Kepada petugas Poltabes Yogyakarta, Sabtu (1/12), tutur korban, pelaku yang sepertinya tidak sengaja menabrak itu lalu meminta maaf. Kemudian orang itu menanyakan tempat wisata. Tak mau terpengaruh dia dan saudaranya, Endrayanti, segera berlalu. Tapi kedua pelaku terus mengajak ngobrol. Tak lama kemudian dia seperti kehilangan kesadaran diri hingga menuruti permintaan pelaku untuk mengambil uang di ATM.

Sesampainya di rumah yang berjarak sekitar 12 km korban baru menyadari apa yang dialami. Termasuk dia dengan rela menyerahkan sebuah ponsel dan gelang emas perhiasan miliknya. Setelah dicek ternyata dana ATM-nya berkurang Rp 28 juta. Total kerugiannya sekitar Rp 35 juta. (P58-70)

Pengedar Putau Diringkus

SLEMAN - Jajaran Satnarkoba Polres Sleman tidak sungkan-sungkan melepas tembakan untuk meringkus tersangka pengedar putau. Hal itulah yang dilakukan satuan yang dipimpin AKP Harry Triyana SE ketika menangkap tersangka Ronald Anziano (26), Kamis lalu (29/11).

Menurut Kapolres Sleman AKBP Drs Idris Kadir SH MHum didampingi AKP Harry Triyana SE, beruntung tersangka kemudian menyerah ketika digerebek di rumah kosnya di Dusun Nogosaren, Desa Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman. Dari tangan tersangka yang diduga sebagai pengedar barang haram di sejumlah wilayah itu disita sebungkus plastik putau senilai Rp 2,5 juta.

Menurut Kapolres, Jumat lalu (30/11), pihaknya sudah sekitar sebulan terakhir menyanggong tersangka. Tapi karena selalu berpindah-pindah tempat baru kemarin tersangka berhasil diringkus. Sampai saat ini petugas masih menyelidiki lebih lanjut. (P58-70)

Bursa dan Lelang Tanaman Hias

SLEMAN - Dalam rangka pengembangan agrobisnis di Kabupaten Sleman, Dinas Pertanian dan Kehutanan setempat menyelenggarakan bursa dan lelang tanaman hias serta pasar tani. Menurut Kepala Dinas Pertanian dan Kehutanan Ir S Riyadi Martotoyo MM, Jumat (30/11), kegiatan yang dimulai Sabtu (1/12) lalu bertujuan untuk meningkatkan promosi dan pemasaran komoditas pertanian serta kehutanan, khususnya tanaman hias.

Kegiatan tersebut berlangsung sampai 6 Desember nanti dengan tema "Asri Tanamanku, Sehat dan Sejahtera Hidupku" bertujuan untuk menggali dan memotivasi kreativitas masyarakat dalam pengembangan tanaman hias. Bursa ini diikuti 20 kelompok yang bergerak dalam komoditas perkebunan, kehutanan, perikanan, peternakan, tanaman pangan, dan hortikultura.

Dalam kegiatan ini selain akan dipamerkan berbagai jenis tanaman hias yang tengah naik daun seperti anthurium (jenmanni dan gelombang cinta), puring, sansivera, aglonema, anggrek, dan lain-lain, pengunjung juga dapat memperoleh beras merah organik, aneka jamur, salak pondoh, ubi ungu sayuran, buah naga, dan produk olahan lainnya. (P58-70)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA