logo SUARA MERDEKA
Line
Senin, 03 Desember 2007 INTERNASIONAL
Line

Chavez Yakin Unggul dalam Referendum

KARAKAS - Rakyat Venezuela memberikan suara dalam referendum Minggu kemarin. Pilihan mereka akan menentukan apakah Presiden Hugo Chavez (53) boleh berkuasa kembali ataukah masa jabatannya dibatasi hanya untuk dua periode.

Kubu pendukung Chavez yang berhaluan kiri harus berjuang keras untuk menang dalam referendum yang bertujuan mengubah konstitusi tersebut. Chavez yakin dapat unggul lebih dari 10 persen.

Namun banyak jajak pendapat memperlihatkan, kubunya bersaing ketat dengan para penentang amandemen konstitusi. Kubu anti-Chavez menganggap, upaya mengubah konstitusi itu merupakan pelanggaran terhadap demokrasi.

''Langkah itu berbahaya,'' kata Victoria, penentang amandemen konstitusi, saat dia antre di sebuah tempat pemungutan suara di Karakas. Namun seorang pria di sebelahnya berpendapat lain. Pria itu menyatakan akan memberikan suara ''ya'' dalam referendum tersebut. Menurutnya, Chavez perlu diberi kesempatan untuk memimpin lagi sehingga dapat bertindak keras terhadap para pengusaha yang suka menghindar dari kewajiban membayar pajak.

Berbagai laporan menyatakan pemungutan suara itu berlangsung lancar, kendati pada masa kampanye sering terjadi bentrokan. Sebagian besar rakyat Venezuela mencemaskan kemelut politik makin parah apabila pihak yang kalah tidak mau menerima hasil referendum.

Dalam kampanye putaran terakhir, Chavez mengisyaratkan referendum itu sebagai titik penentu masa pemerintahannya. Dia juga menegaskan sikapnya yang anti-Washington.

''Orang-orang yang memberikan suara setuju dalam referendum ini adalah pendukung Chavez. Sementara mereka yang menolak adalah pendukung Presiden Amerika Serikat George W Bush,'' kata dia dalam pawai Jumat lalu.

Jika hasil referendum menunjukkan suara ''Ya'' lebih banyak, maka ketentuan mengenai pembatasan dua periode untuk masa jabatan presiden akan dihilangkan dari konstitusi Venezuela.

Perubahan konstitusi itu juga akan memperbesar wewenang presiden pada bank sentral dan cadangan devisa negara. Chavez juga menjanjikan akan mengurangi jam kerja per hari menjadi enam jam. Jaminan sosial juga bakal ditambah bagi para pekerja informal, seperti pedagang kaki lima.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana | Ragam
Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA