| Sabtu, 01 Desember 2007 | SALA |
Aksi Solidaritas PerempuanBuka 24 Titik Penjualan KondomSOLO - Sebanyak 24 titik penjualan kondom di Solo dibuka oleh Solidaritas Perempuan untuk Kemanusiaan dan HAM (Spek-HAM). Itu adalah upaya menekan pertambahan penyebaran HIV/AIDS. "Kami bekerja sama dengan salah satu produsen kondom membuka tempat penjualan kondom. Sengaja ini tidak diberikan gratis agar ada rasa tanggung jawab dan kesadaran dari pemakainya," ujar Yudi, pendamping Spek-HAM, Jumat (30/11) saat ditemui di kantor sekretariat bersama Spek-HAM dan Kalandara, LSM peduli AIDS, Jl Setiabudi, Gilingan, Jumat (30/11). ''Duapuluh empat titik tersebut antara lain di sekitar terminal, panti pijat, dan pemberhentian truk.'' Sementara itu, bertepatan dengan Hari AIDS Sedunia, sekitar 100-an aktivis Jaringan LSM Peduli AIDS Kota Surakarta juga akan menggelar aksi damai dari Gladag menuju Balaikota, Sabtu (1/12). Tema yang diusung dalam peringatan tahun ini adalah Stop AIDS, Tepati Janjimu dengan penekanan pada kepemimpinan. Koordinator Aksi, Ardian Pratomo, mengatakan rencananya mereka akan berdialog dengan Wakil Wali Kota, FX Hadi Rudiyatmo. "Kami ingin menyampaikan dukungan pada para pemimpin dalam penanggulangan HIV/AIDS di Surakarta," ujarnya. Hingga Oktober 2007, Kota Surakarta menduduki peringkat warganya teridentifikasi menderita AIDS keempat se-Jawa Tengah. Hal tersebut didasarkan dari data Departemen Kesehatan Dirjen Pemberantasan Penyakit Menular dan Peduli Lingkungan (PPM dan PL). "Di seluruh wilayah Jawa Tengah sudah terpapar virus HIV/AIDS meski dengan kondisi yang berbeda-beda," kata Tunggul Wijanarko, Workplace Officer Kalandara, Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) peduli AIDS, kemarin. Menurutnya, kondisi tersebut bahkan telah mengalami peningkatan hingga 525 persen pada periode 2003 - 2006. Sementara pada periode 2000 -2003 mengalami kenaikan 167 persen dan periode 1997 - 2000 mencapai 200 persen. "Untuk meluaskan kampanye kami berusaha masuk ke perusahaan untuk memberi pemahaman pada buruh yang juga punya resiko tinggi lewat program workplace," ujarnya. Hingga saat ini sudah ada dua perusahaan yang bersedia menerima program tersebut, yaitu PT Solo Murni dan PT Danar Hadi Solo. (J6-50) |