logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Desember 2007 WACANA
Line

Surat Pembaca

Gumaya Tak Hargai Tamu

Pada 22 November 2007 saya naik motor bersama teman menghadiri pertemuan di hotel Gumaya Semarang sambil menikmati suasana hotel baru tersebut. Seperti pernah dilakukan sebelumnya oleh rekan lain termasuk saya dengan motor sejenis Harley Davidson, diperbolehkan oleh petugas parkir di lobi. Di tengah acara, tiba-tiba saya dihampiri general managernya yang warga asing berkulit putih.

Dengan kasar dia meminta saya memindahkan motor tersebut. Saya tidak senang mendengar perintah kasarnya yaitu "Sudah kedua kali diperingatkan". Hal ini seakan saya menantangnya. Yang membuat kaget, untuk kali pertama saja belum mendengar perintah tersebut, kenapa kali kedua langsung dikasari. Dengan status sebagai tamu hotel, saya membantah karena merasa dilecehkan perintah "segera" memindahkan motor dalam tutur kata dan bahasa tubuh yang tidak bisa diterima. Karena masih dalam acara, saya otomatis terganggu dan ganti mencaci-maki dia.

Sambil menghampiri saya dia berkata "Kalian beruntung ada kami di sini", bernada sinis dan merendahkan martabat saya sebagai orang Indonesia. Setelah berdebat singkat, saya putuskan untuk meninggalkan hotel. Saya merasa memindahkan motor tersebut tidak melebihi kepentingan pertemuan atau kebutuhan GM sendiri.

Sebagai tamu, saya bersama rekan yang menginap di hotel tersebut merasa dilecehkan. Perkataannya mengenai keberadaan "mereka" yang menguntungkan "kita" di sini saya tanggapi negatif karena bernuansa SARA yang merendahkan keberadaan sebagai bangsa melarat, yang beruntung karena ada orang asing di sini.

Kalau pun maksudnya mewakili hotel Gumaya, bagaimana bisa hidup tanpa melayani tamu. Apakah dunia sudah terbalik?. Masalah parkir, kalau memang dilarang mengapa tidak diperingatkan sebelumnya sebab terjadi beberapa kali dan diizinkan petugas. Kalau ada kebijakan baru, GM bisa saja mengatakan dengan sopan "Mohon lain kali jangan parkir di lobi". Saya belum pernah mengalami hal seperti itu di hotel mana pun. Apakah Gumaya masih menganut konsep "tamu adalah raja ?". Mohon direksi meninjau masalah ini karena mungkin belum disadari ternyata ketidak-ramahan hotel baru tersebut sudah sering terdengar.

Ramon J T

Jl Sumbing 13, Semarang.

Tertibkan Pasar Desa Lasem

Makin maraknya pasar desa yang ada di kota Lasem, Rembang membuat warga sekitar mengeluh. Untuk itu mohon kepada Bapak Bupati dan anggota Dewan serta instansi terkait menerima aspirasi warga khususnya terhadap pasar di Desa Sumbergirang RT 3/RW 2 yang sudah beroperasi lama. Warga sekitar jelas sangat terganggu.

Di antaranya selama pasar beroperasi warga tidak bisa keluar-masuk rumah secara wajar dan nyaman. Lingkungan juga menjadi jorok dan kumuh bahkan setelah selesai kegiatan pasar, banyak orang menutup hidung karena bau limbah. Ditambah lagi menjadi tempat pembuangan kucing yang semua itu menjadi masalah bagi warga.

Saya berharap persoalan pasar desa ini benar-benar diperhatikan. Saya juga memberi tanggapan atas pendapat Kadispenlopas Rembang Bapak H Edi Paringadi mengenai pasar desa tersebut. Jika perkembangan pasar makin ramai mohon ditingkatkan menjadi pasar daerah. Syaratnya Dispenlopas harus mencari lokasi lain, tidak di pemukiman penduduk seperti sekarang.

Pedagang di pasar desa juga banyak yang kulakan ke pasar daerah. Pendapat ini tepat sekali, sekaligus menjawab pertanyaan mengapa pasar induk Lasem sepi pengunjung. Perlu diketahui sebagian besar pedagang pasar induk adalah pedagang kecil dan penjual eceran. Dengan fakta lokasi pasar induk di pinggiran kota, otomatis para pembeli bisa mengurangi biaya transportasi hingga akhirnya tetap belanja di pasar desa.

Nurmali

Sumbergirang RT 3/RW 2, Lasem

***

Ujian Nasional

Akhirnya Ujian Nasional tahun ini diputuskan yaitu untuk bidang sosial (IPS) mata pelajaran yang diujikan Ekonomi, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Matematika, Geografi dan Sosiologi. Sedang bidang alam (IPA) yang diujikan Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia, Biologi, Fisika dan Kimia. Standar kelulusan, minimal 5,25.

Hal tersebut mengherankan, apakah dengan 6 mata pelajaran tersebut akan mengurangi tingkat ketidaklulusan. Saya percaya hampir seluruh siswa kelas XII merasa kecewa dengan keputusan pemerintah ini. Terus terang saya merasa keberatan sehingga menimbulkan rasa takut. Namun apa boleh buat, keputusan harus dijalani apa pun risikonya.

Mari teman-teman khususnya kelas XII, buktikan bangsa ini bukan penakut terhadap pendidikan. Mari hadapi Ujian Nasional dengan rasa yakin bahwa bisa dilalui bersama dengan lancar. Mari saling berdoa agar Ujian Nasional dapat berjalan sesuai yang kita inginkan: Jangan memikir gagal terlebeih dulu, kita pasti berhasil.

Kristoforus Bagus R

Siawa SMA Don Bosko, Semarang

***

Pola Makan Tak

Sehat dan Ngawur

Para dokter sepakat, penyakit aneh yang kini banyak menimpa masyarakat disebabkan pola makan yang tidak sehat dan ngawur. Dokter Harvey W Kelog dari Amerika mengatakan hasil penelitiannya selama ini ternyata 90% sumber penyakit berasal dari kolon (usus besar). Dalam perut manusia rata-rata tersimpan 3-11 kg kotoran yang mengendap.

Endapan ni membusuk dan mengeluarkan zat beracun dalam usus yang kemudian terserap dan menjadi sumber segala penyakit yang mematikan. Zat beracun ini menyerang hati, ginjal, jantung, tulang di antaranya diabetes, kanker, tulang rapuh/osteophorosis, stroke dan lainnya.

Dokter Barlev dari Amerika juga membuat beberapa kesimpulan hasil dari 55 tahun pengalamannya berkecimpung di bidang kesehatan yaitu penyebab segala penyakit bukan dari bakteri, melainkan racun/toksin yang berawal dari keracunan makanan. Toksin ini menyebabkan rusaknya sel tissue sehingga terjangkit bakteri.

Makanan organik adalah pilihan terbaik untuk merawat penyakit dan menguatkan tubuh. Naturopati memadukan teori dan praktik pemahaman pengobatan alami. Orang mengalami sakit karena toksin yang terkumpul secara terus menerus di dalam tubuh.

Kalau menyimak ajaran Nabi Muhammad SAW, maka sebetulnya kita bisa menghindari penyakit dengan puasa, termasuk berpuasa dari "makaman sampah" (junk food) dan makanan/minuman yang banyak mengandung alkohol, nikotin dan zat lain yang hanya merusak tubuh. Jika ingin sehat, mari jaga perut (pola makan) karena kesehatan adalah nikmat yang tidak ternilai. Mencegah memang lebih baik dan lebih hemat daripada mengobati.

Nur Aziz (081325710409)

Jagalan RT 1/RW 5 Salam, Magelang

***

Galeri Indosat di Kendal

Indosat sebentar lagi membuka cabang di Jalan Pemuda Kendal sehingga memudahkan masyarakat menyampaikan saran, keluhan atau informasi bila terdapat kerusakan kartunya. Sebelum menempati gedung baru, galerinya berlokasi di daerah Kaliwungu yang satu kantor dengan dealernya. Tapi mimimnya sosialisasi, hingga keberadaannya kurang diketahui masyarakat.

Seperti saya alami beberapa waktu lalu, ada pelanggan membeli perdana IM3 dan minta tolong sekalian meregistrasikan. Ketika pendaftaran selesai, yang keluar bukan menu pendaftaran tapi justru menu regristrasi kembali. Kemudian saya hubungi operator dan setelah dicek ternyata terjadi kerusakan pada kartu.

Mereka menyarankan membawanya ke Galeri Indosat terdekat. Berhubung yang paling dekat adalah Semarang dan karena keterbatasan waktu akhirnya saya mengganti kartu perdana tersebut. Maka dengan dibukanya Galeri Indosat di Kendal saya berharap bisa mempermudah pelanggan untuk menyampaikan permasalahnya.

Semoga keberadaannya bisa menyerap pengangguran. Juga sering terdengar keluhan susahnya menjadi anggota Indosat Outlet Community (IOC). Tidak juga. Sebenarnya banyak yang sudah terdaftar sebagai anggota. Hanya saja mungkin belum dikunjungi oleh salah satu salesnya. Selamat datang Galeri Indosat di kota yang dinamis ini.

Anom A Busono (0294 5740252)

Jl Pahlawan II/10, Kendal+

***

Inginkan Buku untuk Perpus

Saya guru GTT yayasan sekaligus koordinator perpustakaan di MTs '45' Wiradesa, Pekalongan mulai bertugas tahun 2004. MTs '45' sendiri berdiri tahun 1971 mempunyai fasilitas perpustakaan sebagai tempat penunjang kegiatan belajar mengajar. Setelah berpindah tempat beberapa kali akhirnya punya ruangan tersendiri dengan koleksi buku-buku pelajaran yang bersumber dari Depdiknas dan Depag.

Juga dari BOS Buku terutama tiga mata pelajaran Ujian Nasional yaitu Matematika, Bahasa Inggris, Bahasa Indonesia. Di samping buku pelajaran juga tersedia bacaan fiksi berupa novel, cerita meski masih terbatas jumlahnya. Mohon ada dermawan yang memperhatikan sekolah ini khususnya yang berminat mewakafkan atau menghibahkan buku-buku untuk melengkapi fasilitas perpustakaan, bisa telp (0285) 7928230.

Abdul Manan (0285 7929981)

Kauman RT13/RW 7 Wiradesa, Pekalongan

***

Kemah Pelajar NU

PAC IPNU IPPNU Kecamatan Wiradesa, Pekalongan akan mengadakan Perkemahan Pelajar Nahdlatul Ulama ke-3 di lapangan Desa Waru Lor pada tanggal 4 - 6 Januari 2008. Rencananya Bupati Dra Hj Siti Qomariyah MA akan membuka resmi kegiatan tersebut yang melibatkan generasi muda santri TPQ/MDA se-Kabupaten Pekalongan hingga kader ranting/komisariat kecamatan berjumlah 400 peserta. Kegiatan ini merupakan benteng menghadapi serbuan budaya barat. Mereka akan mengasah diri menjadi generasi unggul yang berakhlak mulia..

Mujibur Rohman SPd I

Kauman RT 13/RW 7 Wiradesa, Pekalongan

***

Bubarkan BK DPR

Sejak didirikan Badan Kehormatan DPR RI, saya belum pernah mendengar lembaga ini berhasil menghormatkan lembaga terhormat itu dari kenakalan anggota. Contoh kecil, kenakalan anggota Dewan menerima uang DKP dari Rohmin Dahuri. Bahkan ketua Dewan menerima tapi tetap bisa lolos dari kasus tersebut.

Juga ramai-ramai kunjungan kerja ke luar negeri yang dibiayai beberapa departemen, tidak berbekas. Sedang kasus kecil, uang tiket tol gratis yang kemudian ditangani BK malah menguap begitu saja. Bagaimana tidak, duitnya cuma puluhan atau ratusan juta agar pembahasan kenaikan tol mulus.

Yang terakhir duit Rp 31 miliar dari BI untuk meloloskan pembahasan UU, kini nampaknya pura-pura diusut bersama KPK. Tapi berani taruhan akhirnya akan lolos juga alias menguap tidak ada kelanjutannya. Kalau sampai bisa terlacak, itu baru berita.

Maka sebaiknya BK dibubarkan, pengurusnya diganti atau ditambah ahli independen. Kalau anggotanya hanya intern DPR, mana mungkin jeruk makan jeruk. BK saya ibaratkan asesoris busana, untuk patut-patut dan pelengkap. Maukah bapak sekadar jadi pelengkap?

H Erlangga Chandra (EI)

Bantulan RT 1/RW 1, Banyudono

***

Penyakit Menular

Pada waktu saya tugas belajar di Belanda tahun 1980-1981 rasanya orang Belanda sangat disiplin dan tidak mengenal korupsi, kolusi dan nepotisme. Enam belas tahun kemudian tahun 1997 waktu bersama rombongan mengikuti seminar di Okford, Inggris kami mampir ke beberapa negara Eropa termasuk ke Belanda menggunakan bus dengan pengemudinya orang Belanda.

Bus yang dilengkapi komputer untuk mencatat waktu dan kilometer perjalanan. Sesuai jadwal, waktunya sudah habis tetapi karena rombongan belum masih ingin bernostalgia, kemudian bersepakat atau lebih tepatnya mengadakan kolusi dengan pengemudi. Komputer dimatikan sehingga tambahan kilometer dan waktu tidak tercatat.

Tambahan biaya perjalanan dan lemburannya masuk ke kantong pengemudi, bukan ke perusahaannya. Saya heran kok orang Belanda sudah mau diajak kolusi. Salah seorang teman bilang, itu akibat dia kumpul sehari dengan orang Indonesia hingga ketularan. Memangnya penyakit seperti itu mudah menular. Pantas saja di Indonesia penyakit itu sulit diberantas.

Ir Soenardi Dipl HE

JI Jati Raya Blok i/2, Semarang

***

Soal Layanan Samsat

Semarang Timur

Sehubungan tulisan di Surat Pembaca 20 November 2007 terkait pelayanan Samsat Semarang Timur, saya ucapkan terima kasih kepada petugas pendaftaran pajak STNK yang mengklarifikasi dan meminta maaf langsung kepada saya. Tanggapan positif dan simpatik tersebut sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat. Semoga hal ini menjadi pembelajaran untuk meningkatkan mutu pelayanan lebih baik serta kinerja sebagai mitra pelayanan masyarakat.

Agung Sulthon Airlangga

Jl Patiunus Raya 23, Semarang

***

Tanggapan BCA

Terkait masukan Bapak Ign Yongky K di Surat Pembaca 16 November 2007 berudul ''Iklan Cash BCA'', kami ucapkan terima kasih atas kepercayaan selama ini kepada PT Bank Central Asia Tbk. Kami informasikan kembali, bank memberi kemudahan kepada nasabah untuk menarik uang tunai melalui tempat belanja yang memasang logo Tunai BCA, setelah melakukan pembelian dengan nominal tertentu. Kami akan terus berupaya mengembangkan dan meningkatkan kualitas berbagai fasilitas elektronik banking termasuk Tunai BCA demi kepuasan nasabah.

Dwi Narini

Manajer Biro Humas PT BCA Tbk

***

Mafia Benda Purbakala

Mafia pencurian benda purbakala seperti yang terjadi di museum Radya Pustaka Surakarta beberapa waktu lalu patut disesalkan. Namun itu bukan yang pertama karena sudah lama terdengar maha karya nenek moyang bangsa ini menjadi koleksi bangsa lain. Kayaknya juga bukan yang terakhir karena harganya yang menggiurkan pasti bikin ngilersiapa pun termasuk mBah Hadi.

Diakui atensi dan apresiasi atas barang purbakala warisan leluhur belum dilakukan sungguh-sungguh. Saya pernah ke museum dan galeri almarhum Affandi di Yogyakarta. Tengok kanan kiri nggak ada orang lain selain saya dan mertua yang datang jauh-jauh dari Sumatera ingin melihat dari dekat warisan Affandi.

Padahal di situ terkumpul apa saja yang terkait dengan maestro lukis Indonesia tersebut. Dari lukisan yang sudah jadi, setengah jadi sampai yang masih mentah. Juga ada sepeda tua dan mobil antik kesayangan beliau.

Museum Ronggowarsito di Semarang yang diresmikan 1983 juga tak banyak pengunjung. Giliran agak ramai, ternyata rombongan anak sekolah. Padahal museum yang berdiri di atas tanah 2,1 ha dan bangunan museum 8,438 m2 tersebut menyimpan 40.000 koleksi benda cagar budaya. Pengunjung rata-rata 46.831/tahun dengan 50% nya siswa TK, SD dan SLTP.

Padahal warga Semarang sendiri jumlahnya hampir 2 juta jiwa. Letaknya yang strategis (depan Kalibanteng) membuat museum Ronggosarsito sangat berpotensi menjadi andalan pariwisata. Sayang para bapak kita belum fokus ke sana.

Noor Rofiq

Jl Wamena V/228-229, Ungaran.

***

Ditabrak dari Belakang

Saya ucapkan terima kasih kepada Bapak tentara yang telah menolong saya dan ibu saat mengalami kecelakaan di Desa Karangtengah Demak. Padahal beliau baru dari Kudus mau kembali ke Semarang. Maaf saya tidak sempat bertanya identitasnya. Setelah beliau pergi, ternyata masalahnya tidak terselesaikan sampai kami pulang ke Pati dengan kaki masih berdarah dan bengkak.

Untuk Bapak yang naik Mio plat B.... (tidak ingat) yang menabrak dari belakang pada tanggal 25 November 2007 sore sehingga saya dan ibu jatuh terpelanting, agar lebih berhati-hati kalau berkendara di jalan. Jangan berpikir karena jalannya lebar dan halus. Saya sudah merasa berhati-hati tetapi tetap saja ditabrak dari belakang dan semoga dari kejadian ini dapat mengambil hikmahnya.

Anindya Rosalina

Mahasiswi FISIP Undip


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA