logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Desember 2007 NASIONAL
Line

DLLAJ Diminta Tak Toleransi Muatan

  • Sering Terjadi Kecelakaan

SEMARANG - Berbagai kasus kecelakaan yang dialami truk di sejumlah ruas jalan penting, diam-diam membuat gusar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jateng. Menurut Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Kombes Drs Gatta Chairuddin SH, penyebab kecelakaan lalu lintas seperti kecelakaan karambol, tabrakan, terguling masuk jurang, dan melorot saat menanjak, karena kelebihan muatan. Umumnya kelebihan muatan mencapai lebih dari 30-60 persen dari berat yang diizinkan. Akibatnya, kata dia, truk kerap berjalan tidak stabil dan susah direm saat menurun.

''Akibat berikutnya, Anda bisa melihat sendiri. Banyak kecelakaan terjadi karena rem blong, rem tidak bisa berfungsi maksimal karena tidak kuat menahan beban yang berlebih,'' terang Dirlantas didampingi Kasubdit Dikyasa AKBP R Slamet Santoso dan Kasubag Renmin AKP Dodi Darjanto SIK, Jumat (30/11).

Truk dengan kelebihan muatan seperti itu, kata dia, selain menyebabkan kecelakaan dan menelan korban tewas, juga membuat kondisi jalan rusak. Seharusnya hal seperti itu dapat dicegah pihak DLLAJ Jateng. Instansi itu mestinya tidak memberi toleransi soal kelebihan muatan.

Perketat Jembatan Timbang

Paling efektif untuk mengontrol muatan truk adalah memperketat fungsi jembatan timbang. Menurut Dirlantas, saat melintas di tempat itu bila dijumpai kelebihan muatan seharusnya ditindak tegas.

Selama ini, berdasar pengamatannya, petugas di tempat tersebut sering memberikan toleransi muatan yang sebenarnya membahayakan kondisi truk saat meneruskan perjalanan.

Contoh kasus adalah kecelakaan karambol di Secang, Magelang, beberapa waktu lalu. Truk tak bisa mengerem dan terguling di tengah jalan. Sebelum terguling menabrak kendaraan lain di depannya. Korban tewas dan luka berat pun ada.

Kasus sebelumnya adalah truk bermuatan lebih yang menabrak Toyota Kijang yang ditumpangi artis Taufik Savalas. Sang artis pun tewas dalam kecelakaan itu.

''Saya prihatin atas berbagai kejadian ini. Karena itu saya surati DLLAJ agar tidak menoleransi muatan lebih truk. Sebab truk seperti ini seperti menjadi pembunuh di jalanan,'' terang dia, sambil menjelaskan surat segera dilayangkan pekan pertama Desember ini. Beberapa bulan sebelumnya pihaknya juga sudah melayangkan surat serupa.

Sementara itu, Kepala DLLAJ Siswolaksono dan Kasubdin Pengendalian Operasional Untung Sirinanto, semalam saat dikonfirmasi belum bisa memberikan penjelasan secara terperinci.

Namun dalam berbagai pertemuan pejabat tersebut menegaskan, toleransi muatan lebih merupakan kesepakatan delapan provinsi. Sebab bila tidak dilakukan, akan terjadi lonjakan harga barang dan sopir truk pun akan merugi. (D12,H21-62)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA