logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Desember 2007 NASIONAL
Line

Warga Balong Demo Lagi


BENTUK KONFIGURASI: Ratusan warga Balong dibantu aktivis Greenpeace melakukan aksi membentuk konfigurasi tulisan "Clean Energy Now" di sekitar calon lokasi PLTN Pantai Balong, Jepara, Jumat (30/11). Aksi yang diambil gambarnya dari pesawat helikopter itu, selain menentang pembangunan PLTN Muria serta energi nuklir, juga menuntut adanya pemanfaatan energi terbaru yang bersih. Berita di halaman 2.(30)

JEPARA- Ratusan orang berkumpul di sekitar Pantai Balong Jepara Jumat (31/11) sore, menentang pembangunan PLTN Muria. Berbeda dengan aksi sebelumnya, mereka yang sebagian besar warga Desa Balong, Kecamatan Kembang itu membuat happening art. Berpakaian putih-putih, mereka membentuk beberapa konfigurasi barisan manusia.

Dalam aksi pertama, warga yang dibantu aktivis Greenpeace itu membentuk tulisan Clean Energy Now!. Setelah itu, di tempat calon lokasi PLTN tersebut mereka membuat kalimat Tolak PLTN!

Beberapa orang juga terlihat membuat konfigurasi kincir angin. Selagi mereka beraksi helikopter yang disewa Greenpeace terlihat lalu lalang di udara. Sementara kapal Rainbow Warrior milik organisasi internasional yang peduli lingkungan itu juga terlihat berlabuh di lepas pantai.

Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara Nur Hidayati menyatakan, selain menentang pembangunan PLTN Muria serta energi nuklir, aksi tersebut dilangsungkan untuk menuntut adanya energi yang bersih.

"Tenaga nuklir adalah pengganggu. Kemampuannya sangat terbatas, investasinya mahal, dan pembangunannya lama," ujarnya.

Tidak Diperlukan

Laporan terbaru Greenpeace (R)evolusi Energi bagi Indonesia yang disusun bersama Engineering Center Universitas Indonesia dan Dewan Energi Terbarukan Eropa menunjukkan, Indonesia sudah mampu menghasilkan lebih dari 60 persen listrik dari sumber-sumber energi terbarukan pada 2050. Artinya energi dari bahan bakar fosil impor atau nuklir tidak diperlukan lagi.

Ahli energi Greenpeace Sven Teske menambahkan, satu-satunya hambatan dalam hal itu adalah kurangnya kebijakan yang menjembatani sumber-sumber energi konvensional dengan pilihan energi terbaru. Hidayati lantas menegaskan, organisasinya menyerukan agar pemerintah Indonesia mulai melirik alternatif lain yang rendah karbon dalam pengembangan sektor energi. (H35,J4-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA