| Sabtu, 01 Desember 2007 | NASIONAL |
Warga Balong Demo Lagi
JEPARA- Ratusan orang berkumpul di sekitar Pantai Balong Jepara Jumat (31/11) sore, menentang pembangunan PLTN Muria. Berbeda dengan aksi sebelumnya, mereka yang sebagian besar warga Desa Balong, Kecamatan Kembang itu membuat happening art. Berpakaian putih-putih, mereka membentuk beberapa konfigurasi barisan manusia. Dalam aksi pertama, warga yang dibantu aktivis Greenpeace itu membentuk tulisan Clean Energy Now!. Setelah itu, di tempat calon lokasi PLTN tersebut mereka membuat kalimat Tolak PLTN! Beberapa orang juga terlihat membuat konfigurasi kincir angin. Selagi mereka beraksi helikopter yang disewa Greenpeace terlihat lalu lalang di udara. Sementara kapal Rainbow Warrior milik organisasi internasional yang peduli lingkungan itu juga terlihat berlabuh di lepas pantai. Juru Kampanye Iklim dan Energi Greenpeace Asia Tenggara Nur Hidayati menyatakan, selain menentang pembangunan PLTN Muria serta energi nuklir, aksi tersebut dilangsungkan untuk menuntut adanya energi yang bersih. "Tenaga nuklir adalah pengganggu. Kemampuannya sangat terbatas, investasinya mahal, dan pembangunannya lama," ujarnya. Tidak Diperlukan Laporan terbaru Greenpeace (R)evolusi Energi bagi Indonesia yang disusun bersama Engineering Center Universitas Indonesia dan Dewan Energi Terbarukan Eropa menunjukkan, Indonesia sudah mampu menghasilkan lebih dari 60 persen listrik dari sumber-sumber energi terbarukan pada 2050. Artinya energi dari bahan bakar fosil impor atau nuklir tidak diperlukan lagi. Ahli energi Greenpeace Sven Teske menambahkan, satu-satunya hambatan dalam hal itu adalah kurangnya kebijakan yang menjembatani sumber-sumber energi konvensional dengan pilihan energi terbaru. Hidayati lantas menegaskan, organisasinya menyerukan agar pemerintah Indonesia mulai melirik alternatif lain yang rendah karbon dalam pengembangan sektor energi. (H35,J4-46) | ||||