| Sabtu, 01 Desember 2007 | SEMARANG |
Gubernur: Nggak Enak kalau Tak Datang
SALATIGA- Peringatan Dies Natalis Ke-51 UKSW yang digelar di balairung kampus, Jumat (30/11) kemarin, berlangsung cukup gayeng. Baik Rektor Prof Dr Kris Herawan Timotius maupun Gubernur Jateng Drs H Ali Mufiz MPA yang hadir, sama-sama melemparkan canda saat memberikan sambutan. Kris berguyon agar Ali Mufiz pada peringatan Dies UKSW tahun depan bisa datang menghadiri lagi. Dengan syarat harus terpilih kembali dalam Pilgub 2008 mendatang. Dia berharap pula semoga Ali Mufiz mau mencalonkan diri kembali sebagai Gubernur dalam pilgub. ''Bahkan UKSW akan menyiapkan bakal calon wakil gubernur pendampingnya, jika memang Pak Gub menginginkannya. Kalau terpilih pertengahan tahun UKSW pun siap menggelar acara pelantikan,'' ujarnya disambut tawa hadirin. Sedangkan Ali Mufiz mengaku hingga Jumat pagi masih bingung apakah akan datang ke UKSW atau tidak? Meski sebelumnya sudah mengutus pejabat Pemprov mewakilinya. ''Saya tanya kepada Pak Saman (Saman Kadarisman, kepala BIKK-red), dia justru merenung lama. Tetapi akhirnya saya putuskan tetap datang ke UKSW, sebab rasanya nggak enak kalau tidak datang ke UKSW,'' ujarnya disambut tepuk tangan pula. Dalam acara yang dihadiri Wali Kota Salatiga John Manoppo SH dan muspida itu, Ali Mufiz mengungkapkan, jika baru kali ini terjadi selama menjadi Gubernur, dirinya telah mewakilkan orang, tetapi akhirnya datang sendiri. Alasannya sebagai bukti kecintaan kepada UKSW. Tahun lalu dalam Peringatan Emas Dies Natalis UKSW, Ali yang masih menjabat sebagai Wagub juga hadir. ''Saya datang ke sini juga ingin berjabat tangan dengan Rektor, mungkin pada Dies Ke-52 tahun depan tidak ketemu lagi,'' terang Ali sambil bercanda pula. Permudah Investor Pada bagian lain, Gubernur mengucapkan terima kasih atas peran UKSW di sejumlah kabupaten/kota bekerja sama dalam bidang pelayanan satu atap atau one stop services (OSS). Dengan OSS itu, diharapkan semua kegiatan investasi yang melibatkan investor dapat dipermudah tanpa harus terbeban biaya besar dan birokrasi yang bertele-tele. Kris mengatakan jika dari 35 kabupaten/kota sudah ada sembilan daerah yang sepakat bekerja sama dan sejumlah daerah lainnya menyusul. (H2-16) |