logo SUARA MERDEKA
Line
Sabtu, 01 Desember 2007 SEMARANG
Line

Nyaris Terjadi Tawuran Antarsiswa Dua SMK

  • 60 Siswa Digaruk Petugas

SALATIGA- Puluhan siswa yang berasal dari dua sekolah menengah kejuruan (SMK) di Kota Salatiga nyaris terlibat aksi tawuran di sekitar kompleks Pasar Sapi Jalan Hasanudin, Jumat (30/11) siang.

Di tempat itu para siswa sudah berhadap-hadapan dan siap melakukan tawuran. Petugas dari Polres Salatiga yang sedang patroli mendapat informasi dari salah satu guru, bahwa kemungkinan ada tawuran yang melibatkan siswa mereka, segera meluncur ke lokasi. Tidak berapa lama kemudian petugas datang dan langsung menggaruk 60 siswa SMK Saraswati dan SMK Kristen yang akan terlibat tawur itu.

Aksi siswa kedua sekolah itu, berawal dari kedatangan siswa SMK Kristen yang berada di Jalan Kemiri ke SMK Saraswati di Jalan Hasanudin. Kedatangan mereka, kemungkinan dipicu oleh aksi corat-coret di papan nama SMK Kristen yang diduga dilakukan siswa SMK Saraswati.

Namun, kedatangan sekelompok siswa SMK Kristen ke SMK Saraswati ditanggapi lain dan dikira bakal diajak duel. Mereka pun mengira siswa SMK Kristen hendak menyerang sekolahnya. Oleh karenanya, sejumlah siswa dari SMK Saraswati mengumpulkan rekannya untuk menghadapi serangan dari SMK Kristen.

Seorang pengajar dari SMK Saraswati yang melihat dan mengetahui kejadian itu, langsung melaporkan ke Polres Salatiga. Regu Samapta Polres Salatiga yang datang ke lokasi kejadian langsung mengamankan 60 siswa yang hendak terlibat tawuran itu. Mereka kemudian di bawa ke Mapolres Salatiga untuk diberi pembinaan dan pengarahan. Petugas juga memeriksa dan menggeledah barang bawaan siswa.

Kapolres Salatiga AKBP Drs Ahmad Haydar MM melalui Kasat Samapta AKP Budi Prastyono SH mengatakan, kedatangan petugas tepat sebelum aksi tawuran terjadi. ''Karena dianggap dapat meresahkan dan agar tidak terulang kembali, terpaksa para siswa langsung kami bawa ke Polres,'' ujarnya.

Dari hasil penggeledahan, petugas menyita sebuah kartu remi, kondom, pisau kecil, dan cincin batu akik. Petugas juga memeriksa 12 telepon seluler (ponsel) milik siswa. Tiga ponsel di antaranya, berisi gambar-gambar porno dan video porno.

''Mereka akan diberi pembinaan dan pengarahan terlebih dahulu sebelum dikembalikan ke guru mereka masing-masing. Para siswa juga diminta membuat surat pernyataan dan berjanji tidak mengulangi perbuatan yang sama,'' jelas Budi didampingi perwira Bina Mitra AKP Yuliasih. (J12, H2-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA