| Sabtu, 01 Desember 2007 | SEMARANG |
Diperlukan, Transformasi Kepemimpinan bagi PemudaSEMARANG- Berkurangnya komitmen para pemuda, khususnya siswa sekolah, harus segera diantisipasi. Hilangnya komitmen itu disebabkan adanya pola pikir yang mengedepankan keuntungan individu di atas kepentingan kelompoknya. Demikian dikatakan Kasubdin Pembinaan Kepemudaan dan Olahraga Dinas Pendidikan Kota, Drs Aris Suparno, disela-sela acara pembukaan Pembinaan Organisasi Kepemudaan di Gor Manunggal Jati, Kamis (29/11). Acara yang digelar selama dua hari itu diikuti oleh sebanyak 50 siswa-siswi perwakilan dari SMA dan SMK se-Kota Semarang. Turut hadir sebagai narasumber yaitu dari KNPI Provinsi (Nursamsi), dan Undip (Muh Yulianto) serta Forum Anak Kota Semarang (FASE). ''Berkurangnya komitmen para pemuda itu dapat diantisipasi dengan dilakukannya transformasi kepemimpinan. Tak ada transformasi kepemimpinan kecuali mempersiapkan kepemimpinan generasi pemuda,'' kata Aris. Ditambahkan, kunci utama pembangunan bangsa kepemimpinan pemuda setiap perubahan zaman selalu dimulai dengan barisan berani, pantang menyerah, dan tidak mengharapkan imbalan maupun popularitas. Kepemimpinan pemuda yang menghimpun jalinan tali persatuan dan mempunyai teropong yang visioner perlu dirangkai dan direncanakan secara strategis. ''Organisasi kepemudaan harus benar-benar dapat menyaring dan menampung aspirasi masyarakat terutama dengan kemajuan teknologi informasi.'' Pelatihan Pembinaan Organisasi Kepemudaan itu diharapkan dapat membentuk para siswa atau pemuda mampu mengolah sumber daya dan memecahkan masalah yang dihadapi. Selain itu, juga dapat membantu mengambil keputusan secara tepat dan cepat. (H40-41) |