| Sabtu, 01 Desember 2007 | BUDAYA |
FFI 2007 Miskin Tema CeritaJAKARTA-Penyelenggaraan Festival Film Indonesia (FFI) 2007 yang akan dipuncaki di Pekanbaru, Riau, 14 Desember mendatang dinilai miskin tema cerita. Ketua Dewan Juri FFI 2007 Putu Wijaya mengungkapkan hal itu seusai pengumuman Nominasi FFI 2007 di Jakarta, kemarin. Dia didampingi anggota dewan juri lainnya, yaitu Garin Nugroho, Harry Sabar, Didi Petet, Astari Rasyid, Arya Gunawan, dan Hadi Pratomo. Dari 29 film, belum semuanya memberikan ''sesuatu'' kepada penonton. "Dari segi teknis sudah baik, hanya saja dari segi cerita masih miskin," katanya. Padahal, lanjut dia, sebuah film semestinya tidak hanya melulu menyajikan hiburan kepada penikmatnya, tapi sepatutnya memberikan sesuatu yang berguna bagi batin. "Hal inilah yang belum terlihat di film-film yang diikutkan dalam FFI kali ini." Meski demikian, Dewan Juri FFI 2007 memberikan sambutan hangat karena banyaknya para insan perfilman muda usia yang terlibat. Menurut data yang dikeluarkan Badan Pertimbangan Perfilman Nasional (BP2N) dan Lembaga Sensor Film (LSF), dalam satu tahun ini lebih dari 50 film nasional diproduksi. Dari 50 film itu, sebagaimana dikatakan Ketua BP2N Deddy Mizwar, banyak insan muda yang terlibat dan melibatkan diri dalam produksi film nasional. Deddy yang juga Ketua Penyelenggara FFI 2007 meyakinkan, kekisruhan yang terjadi dalam penyelenggaraan FFI 2006 tidak akan terjadi kali ini. "Berkaca pada penyelenggaraan FFI tahun lalu, Panitia Penyelengara FFI 2007 sebisa mungkin meminimalisasi segala kemungkinan atau ketidakpatutan dengan payung hukum yang berlaku," kata sutradara yang filmnya, Naga Bonar Jadi 2, mendapatkan sembilan nominasi ini. Kepada Suara Merdeka, dia berpendapat: "Dewan Juri adalah gabungan individu yang kredibel, teruji, dapat dipertanggujawabkan keilmuan dan dedikasinya, serta orang-orang yang kehormatannya tidak dapat dibeli oleh apapun." Jadi, imbuhnya, imbas kepentingan atas penilaian yang langsung atau tidak langsung, sadar atau tidak sadar dapat memengaruhi Dewan Juri, dapat diabaikan sedini mungkin. Ketika ditanya perihal tidak diikutkannya beberapa film yang diproduksi oleh kelompok Masyarakat Film Indonesia (MFI) karena memboikot FFI 2007 lantara kecewa atas FFI 2006, Deddy menghormati langkah tersebut. "Itu hak setiap individu, meski tidak mengurangi kekhidmatan penyelenggaraan kali ini." Bagi dia selaku Ketua BP2N dan Ketua Penyelenggara FFI 2007 serta insan film yang telah lama berkecimpung di industri film, penghargaan adalah bukan segala-galanya. Karya film itu sendirilah yang menjadi paling utama. (G20-45) |