| Jumat, 30 Nopember 2007 | SALA |
Subosukowonosraten984 Penyimpangan selama 2006KARANGANYAR - Sepanjang tahun 2006, Badan Pengawas Daerah (Bawasda) Karanganyar menemukan 984 penyimpangan yang berpotensi menimbulkan kerugian negara sebesar Rp 1,365 miliar. Dibandingkan tahun 2005 (593 kasus), berarti terjadi peningkatan cukup signifikan. ''Kami berhasil menyelamatkan dan menindaklanjuti temuan itu, sehingga kerugian negara bisa dihilangkan. Yang ditindaklanjuti dan berhasil diusut sebanyak Rp 1,123 miliar atau 82,3 %,'' kata kepala Bawasda Drs Samsi MSi, Kamis. Dikatakannya, dari 984 temuan itu yang paling menonjol soal kewajiban setor ke kas negara 287 kasus. Disusul kelemahan pengadministrasian sebanyak 252 kasus, dan pelanggaran perundang-undangan 178 kasus. Adapun penyimpangan yang bisa berpotensi merugikan keuangan negara, terbanyak terjadi di Dinas Pariwisata. (an-63) Tunjangan Penghargaan Prestasi WONOGIRI - Sebanyak 176 pegawai negeri sipil (PNS) yang pensiun di Pemkab Wonogiri menerima tunjangan penghargaan prestasi kerja, Kamis (29/11) kemarin. Besar uang tunjangan tersebut adalah empat kali gaji terakhir. Total dana yang dikeluarkan Rp 1,593 miliar. ''Lumayan, bisa untuk nambah alat musik campursari,'' ujar Djoko Sihono Doweh alias Djoko Dagelan, pensiunan sopir Bappeda. Dia mengaku menerima tunjangan prestasi kerja Rp 7 juta dari pemkab. Uang tunjangan prestasi kerja sejauh ini hanya berlaku di Pemkab Wonogiri. Di daerah lain, belum ada. Menurut Djoko, dia juga menerima uang tabungan asuransi pensiun (taspen), sama seperti semua PNS yang pensiun di seluruh Indonesia.(P27-58) 383 Ikuti Seleksi CPNS UNS SOLO - Sebanyak 383 peserta seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di Universitas Sebelas Maret (UNS) mengikuti tes tertulis di Auditorium UNS, Kamis (29/11). Peserta seleksi akan mengisi 25 formasi dosen dan empat formasi tenaga teknisi/laboratorium. Formasi tersebut diperebutkan oleh 188 calon dosen dan 195 calon tenaga teknis/ laboratorium. Pembantu Rektor II bidang kepegawaian UNS, Prof Dr Ir Sholahudin MS, mengatakan jatah formasi tersebut berkurang jauh dari jumlah yang diajukan ke Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara (Men-PAN) melalui Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas). "Sesuai kebutuhan, UNS mengajukan 500 formasi, tetapi hanya disetujui 29. Karena memang menyesuaikan dengan APBN pusat. Karena itu berpengaruh pada penggajian yang murni dari dana tersebut," ujarnya, Kamis (29/11). (J6-67) Kinerja Buruk, BPN Disorot BOYOLALI - Belasan warga yang tergabung dalam Koalisi Rakyat Peduli Keadilan (KOReK) dan Forum Peduli Boyolali (FPB) mendatangi kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Boyolali, Kamis (29/11) kemarin. Mereka mempertanyakan kinerja BPN. Dalam pernyataan sikap bersama, KOReK dan FPB menyatakan kinerja BPN Boyolali kurang profesional. Akibatnya, muncul berbagai macam permasalahan dalam penerbitan sertifikat tanah, yang ujung-ujungnya merugikan warga masyarakat. Mereka diterima langsung oleh Kepala BPN Boyolali Sriyono untuk diajak dialog. Suwardi dari FPB mengatakan, penyertifikatan tanah 200 warga Desa Penggung, Kecamatan Boyolali Kota, belum juga beres. Menanggapi keluhan tersebut, Sriyono menyatakan akan memperbaiki kinerja instasinya. Dia berharap, masyarakat bisa memahami berbagai keterbatasan BPN dalam hal tenaga maupun fasilitas. (G10-58) 43 Rumah Diterpa Puting Beliung WONOGIRI - Angin puting beliung menerpa Dusun Crabak, Desa Gambiranom, Kecamatan Kismantoro, Kabupaten Wonogiri, Rabu (28/11) sore lalu. Sepuluh rumah roboh, 17 rusak berat, dan 16 rusak ringan. Sebanyak 81 jiwa kehilangan tempat berteduh. ''Hujannya sih tidak deras. Tapi, angin bertiup sangat kencang selama lima menit,'' kata Kepala Desa (Kades) Gambiranom, Sudarmaji. Camat Kismantoro Budi Susilo mengatakan, kerugian materi diperkirakan Rp 324,4 juta. Tidak ada korban jiwa, namun dua warga harus dirawat di rumah sakit karena luka dan sakit. Kedua orang itu adalah Sakir (78), yang kejatuhan kerangka rumahnya yang roboh total, dan Muhamad Ali Ridho (35 hari) yang sakit karena basah kuuyup. Rumah orang tuanya - Kateno (35) - roboh total. Kepala Puskesmas Kismantoro dokter Suradi mengatakan, nenek Sakir masih menjalani rawat inap di Puskesmas Purwantoro. ''Tapi, Muhamad Ali Ridho langsung boleh pulang setelah diobati,'' katanya. Demikian hebat terjangan puting beliung itu, sampai-sampai ratusan pohon besar bertumbangan. Camat Budi Susilo bersama muspika langsung mengerahkan warga untuk kerja bakti memotongi pohon-pohon roboh yang merintangi jalan. (P27-58) |