| Jumat, 30 Nopember 2007 | SALA |
Ekspos Dana RR III Tak Puaskan DPRDKLATEN - Ekspos soal pemotongan dana rehabilitasi dan rekonstruksi (RR) tahap III - untuk mengganti dana Badan Pemberdayaan Masyarakat (Bepermas) - menemui jalan buntu. Tim Bapermas Jateng dan DPRD Klaten yang mengadakan pertemuan untuk ekspos tersebut, Kamis (29/11) kemarin, tidak berhasil mencapai kata sepakat. Pertemuan dengan agenda penjelasan dari tim pemprov itu hanya berlangsung 10 menit, karena beberapa anggota DPRD menilai pertemuan tersebut tidak ada gunanya. Tim provinsi dianggap tidak memberi penjelasan yang memadai soal pemotongan tersebut. Kepala Kantor Bapermas Dra Rosiana Sahli mengatakan, dana RR tahap III sebesar Rp 10.870.000 yang diterima para korban gempa harus dikurangi Rp 6,5 juta, untuk mengganti dana Bapermas yang telah mereka terima. Ditegaskan, pemotongan itu dilakukan berdasarkan Pergub 41 A Tahun 2007 dan suplemennya yang dikeluarkan pada Maret 2007. ''Dari 763 KK penerima dana RR tahap III, tinggal 44 KK yang masih menolak dananya dipotong untuk dana Bapermas,'' ujar dia, di hadapan para wakil rakyat Klaten. Tidak Berguna Sejumlah kepala desa, yang warganya menerima dana RR-Bapermas, turut hadir. Rosiana menegaskan, dana RR III bagaimana pun akan dipotong sekalipun ada penolakan. Paparan singkatnya, yang sudah seringkali dikemukakan, membuat sejumlah anggota DPRD interupsi. Anggota Panitia Anggaran FKB, Tantowi Jauhari mengatakan jika hanya penjelasan semacam itu yang dibawa ke Klaten, jelas tidak ada gunanya. Ditekankan, ketika wakil rakyat bertemu Gubernur Jateng Ali Mufiz, bulan lalu, penjelasan semacam itu telah diberikan. ''Gubernur bilang akan ditindaklanjuti,'' katanya. ''Namun, kalau tindak lanjutnya hanya seperti itu, forum ini kan tidak menampilkan hal yang baru,'' ujar dia. Mestinya, tambahnya, para utusan gubernur itu sudah membawa jawaban pasti saat memutuskan akan bertandang ke Klaten, bukannya mengulang-ulang penjelasan yang telah diberikan. Darmadi, anggota FPAN, minta forum itu ditutup karena tidak ada hal yang baru. Ketua DPRD Harri Pramono memberikan kesempatan kepada tim Bapermas untuk menjawab pertanyaan para wakil rakyat itu. Namun, tidak satu patah kata pun keluar dari mulut tim Bapermas, sehingga ekpos dibubarkan. (H34-58) |