| Jumat, 30 Nopember 2007 | PANTURA |
60 Orang Terkena ChikungunyaKAJEN - Sebanyak 60 orang lebih warga RT 3 RW1, Desa Surobayan, Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan terjangkit Chikungunya. Penyakit itu menyerang serentak dalam sepekan terakhir. Dari data yang dihimpun di lokasi kejadian, penyakit itu mulai menyerang sepekan lalu dan dalam hitungan hari menyebar dalam satu RT. "Jumlahnya sangat banyak jika dihitung di RT ini saja sudah ada 60 orang lebih, belum yang tidak melapor dan di RT lain," ujar Prayitno (45), salah seorang warga. Buruh tekstil itu mengaku mulai terkena penyakit itu tiga hari yang lalu. Awalnya empat anaknya demam tinggi dan linu-linu di hampir seluruh tubuh. Mereka dibawa ke dokter dan diberi obat. Sehari kemudian giliran dia dan istrinya yang terserang. "Sekarang sudah agak lumayan, tapi badan masih lemes semua," ujarnya. Hal senada disampaikan Zaetun (51). Dia mengaku merasa sakit di seluruh badan dan sulit berjalan karena ototnya nyeri. "Sebelumnya anak dan cucu saya sudah lebih dulu kena," tuturnya. Dari pemantauan Suara Merdeka, di RT yang berpenduduk sekitar 400 orang sudah ada 60 lebih yang terkena dan semuanya mengumpul dalam satu area. Rata-rata dalam satu rumah ada 3-6 penghuninya yang terkena penyakit itu. Saefudn Zuhri (45), salah seorang tokoh masyarakat meminta Pemkab cepat melakukan tindakan agar penyakit tidak menyebar. "Kami minta segera dilakukan pengasapan agar tidak terus menyebar," ujar mantan Kades itu. Pengasapan Kabid Pencegahan dan Pemberantasan Penyakit dr H Hasyim Purwadi mengungkapkan, pihaknya sudah menerima laporan itu dan sudah turun ke lapangan. "Secepatnya kami akan melakukan pengasapan untuk memotong serangan Chikungunya," ujarnya. Penyakit itu menurut Hasyim disebabkan oleh virus yang dibawa oleh nyamuk . Namun dia meyakinkan dampaknya tidak separah demam berdarah. "Linu-linu di badan hanya sementara sifatnya dan akan sembuh jika cepat diobati," tandasnya Selain di Wonopringgo, Chikungunya juga menyerang puluhan orang di Wiradesa dan Tirto. "Jumlah pastinya masih terus kami data tapi rata-rata sekitar puluhan," ungkapnya. (G16-52) |