| Jumat, 30 Nopember 2007 | MURIA |
WORO WOROBupati Fasilitasi Warga NgeloJEPARA - Bupati Jepara Drs Hendro Martojo MM akan memfasilitasi keinginan warga Dukuh Ngelo, Desa Tubanan, Kecamatan Kembang untuk bisa secara langsung menyampaikan aspirasi dan keluhannya kepada direksi PT PLN (Persero) di Jakarta. Bupati akan menugasi Asisten Perekonomian dan Pembangunan serta Petinggi Tubanan untuk mendampingi warga Ngelo. Penjelasan itu disampaikan Kabag Inkom Drs Hadi Priyanto kepada wartawan menyusul adanya keluhan warga Ngelo atas dampak polusi yang ditimbulkan PLTU. Menurut Hadi, kesepakatan untuk menghadap direksi PT PLN di Jakarta itu muncul setelah ada pertemuan Pemkab Jepara, PT PLN Pembangkitan Tanjung Jati B, dan Muspika Kecamatan Kembang dengan warga Ngelo. (J4-69) Distamben Bakal Dibentuk BLORA- Sebanyak sepuluh dinas baru bakal dibentuk Pemkab Blora. Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pembentukan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu telah disampaikan ke DPRD, pekan lalu. Dari sepuluh lembaga tersebut, tiga di antaranya adalah dinas yang benar-benar baru. Yakni Dinas Pertanahan, Dinas Pengelolaan Keuangan Daerah, dan Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben). Sedang lainnya, peningkatan status dari kantor dan gabungan dari subdinas dan bagian. Pembentukan lembaga baru tersebut untuk menyesuaikan dengan peraturan dan perkembangan yang ada. Wakil Bupati (Wabup) RM Yudhi Sancoyo menyatakan, keberadaan organisasi perangkat daerah di Blora saat ini perlu disesuaikan dengan peraturan yang berlaku. (H18-76) Calhaj Boleh Bawa Magic Jar REMBANG - Calon haji (calhaj) boleh membawa magic jar. Kepala Seksi Penyelenggara Haji dan Umroh Kantor Departemen Agama (Depag) Rembang, Drs H Mohammad Mahmudi, kemarin, mengatakan, calhaj boleh membawa magic jar asalkan langsung dikemas dalam kopor besar. "Kami memahami kadang ada calhaj yang ingin makan nasi. Karena itu boleh membawanya. Namun peralatan itu harus dibawa dalam kopor besar. Kalau tidak, akan langsung disita oleh petugas di Donohudan," terangnya. Dia menerangkan, kopor besar itu sudah harus dikumpulkan calhaj dua hari sebelum keberangkatan ke Donohudan. "Calhaj akan diberangkatkan dari Rembang ke Donohudan pada Sabtu dini hari (8/12) sekitar pukul 01.00. Kopor besar, setidaknya sudah harus dikumpulkan calhaj pada Kamis (6/12) di masing-masing tempat konsentrasi yang telah ditentukan," jelasnya. (H19-76) Budidaya Paname Terkendala Cuaca PATI- Percobaan budidaya udang paname di kawasan pesisir Kecamatan Batangan terkendala cuaca. Intensitas hujan yang rendah memasuki akhir November ini menjadi kendala utama bagi pertumbuhan udang tersebut. Awi Basyir, petambak Desa Raci, Kecamatan Batangan, mengungkapkan kekhawatirannya akan cuaca yang tak menentu saat ini. Sejak menebar 100.000 ekor bibit udang sepekan lalu, jarang sekali turun hujan kalau pun ada intensitasnya terbatas. Padahal, paname butuh air yang kondisinya payau. "Kalau tidak turun hujan, kami khawatir percobaan ini tidak jadi. Karena jika cuacanya panas air tambak semakin asin," keluh dia, saat ditemui ditambaknya, kemarin. Selain mengondisikan air agar tetap payau, dirinya juga mengupayakan menjaga PH air agar seimbang. Caranya, ujar dia, dengan menggunakan cairan fermentasi tetes tebu dan bekatul. Setelah melalui proses beberapa lama, cairan tersebut mengandung planton yang bisa dimanfaatkan untuk menyetabilkan kondisi air. "Jadi, memang kondisi air diperhatikan benar," jelasnya.(H49-76) |