| Jumat, 30 Nopember 2007 | MURIA |
Tidak Pernah Sakit JantungSUASANA duka menyelimuti keluarga Supardi (37), salah satu tenaga kerja Indonesia asal Blora yang meninggal di Malaysia, Sabtu (24/11). Keluarga besar Supardi tidak pernah menyangka, ia meninggal di Malaysia. Hal itu sangat beralasan, karena Supardi tidak memiliki riwayat pernah mengidap satu jenis penyakit. "Kakak saya itu orangnya cukup tinggi dan besar. Selama di Indonesia dia tidak pernah sakit. Apalagi sakit jantung ataupun tekanan darah tinggi," ujar Edy (30), adik korban. Selembar surat visum dokter menyertai kedatangan jenazah korban di Blora, Rabu (28/11). Surat itu belum membuatnya yakin bahwa kakaknya meninggal karena serangan jantung ataupun darah tinggi. Bersama sejumlah anggota keluarga lainnya, dia membuka peti jenazah dan memeriksa kondisi fisik jenazah. "Kami tidak menemukan tanda-tanda bekas luka," ujarnya. Meski menerima kepergian sang kakak untuk selamanya, namun Edy yang bekerja sebagai karyawan pabrik di Bekasi, tetap menaruh kecurigaan ada sebab lain yang mengakibatkan kakaknya meninggal. Pemberitaan perlakuan kurang manusiawi yang dilakukan Pemerintah Malaysia terhadap TKI, membuat kecurigaan tersebut muncul. "Curiga tetap ada. Namun karena sudah dinyatakan meninggal karena sakit, kami pun bisa menerimanya," katanya. Sebenarnya dia berharap, jenazah kakaknya itu segera dibawa pulang ke Indonesia untuk dimakamkan. Namun karena proses birokrasi yang panjang dan cukup rumit, jenazah Supardi baru tiba di kampung halamannya, Desa Talokwohmojo, Kecamatan Ngawen. (Abdul Muiz-76) |