| Jumat, 30 Nopember 2007 | SEMARANG |
KPH Gundih Tanam 830 PohonGROBOGAN - Menindaklanjuti surat Direksi tanggal 22 Oktober 2007 Nomor : 592/006.6/Prod/Dir perihal aksi penanaman serentak dan pekan pemeliharaan pohon menyongsong pertemuan internasional tentang perubahan iklim global dan Surat Kepala Unit I Jateng, tanggal 22 November 2007, Nomor 235/051.2/Binkon SDH/ I perihal hari menanam Indonesia, Kesatuan Pemangku Hutan (KPH) Gundih, kemarin melakukan penanaman 830 pohon di Dukuh Kedungtawing, Juworo, Kecamatan Geyer. Kegiatan penanaman pohon di petak 74 A RPH BKPH Juworo dengan luas enam hektare melibatkan antara lain, KPH Gundih, LMDH Juworo, pramuka, KSKPH Kradena dan Monggot, serta HPK dengan jumlah peserta 203 orang. Administratur KPH Gundih Oscar S Maukar menjelaskan, penanaman itu dalam rangka hari tanam Indonesia yang merupakan program dari Presiden SBY yang diteruskan kepada menteri kehutanan dan berlanjut hingga ke Perum Perhutani. "KPH Gundih tahun ini akan melakukan penghijuan sekitar 3.300 hektare," katanya. Adapun jenis tanaman yang di tanam adalah pohon jati, mahoni, mindi serta pohon minyak kayu putih. Sedangkan jumlahnya adalah pohon jati sebanyak 664 batang dan kesambi 166 batang. "Jarak penanaman pohon jati 6 x 2 m, dan pohon minyak kayu putih 4 x 1m, dengan luas 307,3 hektare. Untuk tahun ini kami menanam 4 juta lebih plases," tambahnya. Menurutnya, dalam melakukan penanaman, pihaknya tidak asal menanam, tetapi juga melihat hujan. "Karena kemarin turun hujan, maka saya memberanikan diri untuk melakukan penanaman secara bersama-sama. Hal itu karena jumlah tanaman kami lebih dari 3.000 hektare," kata Oscar. Pihaknya tahun ini menargetkan 100 persen bibit-bibit yang ditanam tersebut tumbuh. Tahun 2006 lalu terealisasi 95 persen pohon yang ditanam tumbuh subur. "Saya optimis target 100 persen tercapai," pungkasnya. (H36-16) |