logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Hizbut Thahrir Berjuang dengan Intelektual

SEMARANG-Hizbut Thahrir Indonesia (HTI) menolak anggapan garis perjuangannya menggunakan kekerasan. ''Justru sebaliknya, kami mengenalkan syariat Islam dengan cara pengembangan intelektual, seperti diskusi atau dialog. Cara kami mencerdaskan masyarakat dengan mengubah cara berpikir,'' kata Ketua DPD HTI Jawa Tengah, Khoirul Anam SSi, ketika bersilaturahmi ke Kantor Suara Merdeka di Jl Kaligawe Km 5, Kamis (29/11).

Rombongan HTI selain Khoirul Anam yakni, Abdullah (Humas HTI Jateng), Asroi (Lajnah Tsaqafah), Agus Suyanto alias Khoirudin (Bendahara), dan Habibul Rasyid (Ketua DPD HTI Kota Semarang). Mereka diterima Pemimpin Redaksi Suara Merdeka, Sasongko Tedjo.

Khoirul mengemukakan, masih banyak masyarakat yang beranggapan keliru terhadap HTI. Mereka menganggap HTI berjuang dengan cara kekerasan, sebagaimana organisasi Islam tertentu. Hal itu dianggapnya tantangan untuk menunjukkan karakter dakwah HTI yang sesungguhnya untuk kebaikan umat.

Sasongko Tedjo mengatakan, metode seperti itulah yang dibutuhkan masyarakat. Kondisi masyarakat kini, masih membutuhkan bimbingan. Dia juga menyatakan kesepahamannya terhadap gerakan HTI yang bernuansa sejuk. (G5-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA