logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Kualitas Udara Memprihatinkan

SEMARANG- Kualitas udara di Kota Semarang memprihatinkan. Dari 365 hari dalam setahun, hanya 20 persen atau 70-an hari yang terbilang ''baik''. Selebihnya, hampir 300 hari terbilang memiliki kualitas udara yang buruk.

Hal itu disampaikan Asisten Deputi Urusan Pengendalian Pencemaran Emisi Sumber Bergerak, Deputi Pengendalian Pencemaran, Kementrian Negara Lingkungan Hidup, Ridwan D Tamin, Kamis (29/11). ''Jumlah hari baik dan hari buruk itu merupakan parameter kualitas udara sebuah kota,'' katanya.

Seusai penyambutan rombongan ''Biofuel Roadshow Jakarta-Bali'' di hall Balai Kota, Ridwan mengatakan, kualitas udara yang buruk bukan hanya monopoli Kota Semarang. Sejumlah kota besar di Indonesia, rata-rata memiliki kualitas yang lebih memprihatinkan, yakni rata-rata hanya memiliki 36-50 hari dalam setahun. ''Kualitas udara itu antara lain dipengaruhi oleh industri dan emisi gas buang kendaraan bermotor,'' ujar dia.

Ridwan menambahkan, Kementerian Negara Lingkungan Hidup secara khusus memantau 11 kota besar dengan kualitas udara mengkhawatirkan, termasuk Semarang. Kota-kota lainnya yaitu Jakarta, Surabaya, Medan, Palembang, dan Makassar. Kota-kota tersebut didorong untuk memperbaiki kualitas udaranya. Selain itu, kota-kota itu diharapkan melakukan uji emisi secara berkala. ''Pada saat yang sama, kota-kota itu juga diharapkan membuat Perda tentang lingkungan hidup,'' imbuhnya.

Biofuel Roadshow

Sore kemarin, rombongan ''Biofuel Roadshow Jakarta-Bali'' singgah di Balai Kota. Rombongan itu disambut oleh Sekda Soemarmo HS, dan disuguhi kesenian khas Semarang berupa rampak gendang dan Tari Semarangan.

Selanjutnya, rombongan bertolak ke Bali, untuk mendukung pelaksanaan United Nation Climate Change Conference 2007.

Belasan kendaraan dengan bahan bakar biofuel mengikuti roadshow bertajuk "Clean Air, Clean Fuel, and Clean Vehicles" tersebut. Kegiatan itu digelar Kementerian Negara Lingkungan Hidup bekerja sama dengan asosiasi otomotif di Indonesia Gaikindo dan AISI. (H9,H12-56)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA