logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 Nopember 2007 SEMARANG
Line

60 Persen Hutan Mangrove Rusak

  • Dikhawatirkan Perparah Abrasi

SEMARANG-Hampir 60 persen hutan mangrove di sepanjang pantai Semarang dalam keadaan rusak. Dari luasan 3.600 hektare lahan yang mestinya menjadi hutan mangrove, 2.000 hektare di antaranya ''gundul''.

Data itu diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kota Semarang Ayu Entys, kemarin. Dikatakan, kondisi itu dikhawatirkan akan berdampak pada percepatan abrasi di kawasan pantai Semarang.

''Rehabilitasi hutan mangrove itu merupakan salah satu langkah yang mendesak untuk dilakukan. Kalau tidak, abrasi akan makin parah,'' kata Ayu Entys.

Pantauan Suara Merdeka, kondisi hutan mangrove di pantai Semarang memprihatinkan. Maraknya reklamasi dan alih guna lahan pantai menjadi tambak faktor penyebab utamanya. Pohon-pohon bakau banyak ditebang.

Kerusakan hutan mangrove terjadi pada empat kecamatan yang memiliki wilayah pantai. Namun, Semarang Utara dan Semarang Barat punya kadar kerusakan paling parah. Pantai di dua wilayah itu banyak direklamasi untuk dijadikan kawasan industri dan permukiman.

Sementara di Genuk dan Tugu, masih ada sebagian wilayah pantai yang kondisi hutan mangrove-nya relatif bagus. Kawasan itu berada di perbatasan Kabupaten Demak, dan Kabupaten Kendal.

Ia menambahkan, selama ini pihaknya sudah melakukan upaya penanaman kembali. Sejak 2005, upaya penanaman dilakukan terutama di kawasan pantai Tugu, yang dipandang relatif mudah untuk diatasi. ''Sayang, pada upaya pertama itu, banyak tanaman mati karena air laut naik,'' katanya.

Ubah Pola

Terkait kondisi itu, Dinas Pertanian kembali merencanakan reboisasi hutan mangrove. Targetnya, paling tidak 250 hektare pantai bisa dihutanbakaukan kembali. Untuk itu, Dinas Pertanian telah menyiapkan 8.500 bibit bakau. ''Pada penanaman tahun ini, kami akan mengubah pola. Kalau semula dari arah laut, sekarang penanaman diprioritaskan pada kawasan tambak terlebih dahulu,'' tutur dia.

Pengalaman mengajarkan, penanaman mangrove di pantai rawan dihantam ombak. Diharapkan, dengan penanaman di kawasan tambak, angka ''harapan hidup'' bibit mangrove akan meningkat.

Ayu menambahkan, penanaman akan dilakukan di sepanjang pantai di Kecamatan Tugu, bekerja sama dengan nelayan setempat. Pantai-pantai yang dihijaukan itu, secara administratif berada di Kelurahan Mangkangwetan, Mangkangkulon, Mangunharjo, Karanganyar, dan Tugurejo.(H9,H12,H6-41)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA