logo SUARA MERDEKA
Line
Jumat, 30 Nopember 2007 KEDU & DIY
Line

Anak-anak Muda Berkarya untuk Sesama

DI tengah perkembangan gaya hidup hedonis, ternyata masih ada anak-anak muda yang mau peduli terhadap sesama. Mereka tak hanya berpikir dan bertindak lokal, tetapi juga berusaha bertindak global. Lihat saja 104 anak dari berbagai negara yang menyelenggarakan Internasional Exhibition for Young Inventors (IEYI) di Taman Pintar Yogyakarta.

Ternyata masih ada anak-anak dan remaja yang bisa diharapkan, ketika sebagian lainnya sibuk berhura-hura, membentuk geng yang mengarah ke tindak kriminal, berkelahi, atau narkoba.

Sekertaris Utama Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Rochadi Abdulhadi mengungkapkan IEYI selain sebagai ajang memamerkan penemuan anak-anak muda sekaligus membuat jejaring yang sebelumnya pernah mereka rintis di Jepang, Malaysia, dan India.

''Pemerintah mempunyai tanggung jawab memantau dan membina anak-anak penemu yang luar biasa ini agar potensi mereka dapat bermanfaat bagi masyarakat,'' ujar dia.

Sabun Antinyamuk

Ada 15 penemu dari Indonesia yang terlibat dalam kegiatan tersebut, sisanya dari Malaysia, Jepang, Thailand, Taiwan, Vietnam, dan Srilangka. Hebatnya, seluruh peserta mengungkapkan penemuan mereka berawal dari pemikiran ingin berkarya untuk sesama, bukan semata-mata untuk diri sendiri.

Muhammad Aulia Rahman misalnya, membuat sabun antinyamuk dari bahan campuran sabun dan ekstrak tanaman zodiac (Melicope denhamii). Dengan sabun tersebut, seseorang terbebas dari serangan nyamuk selama enam jam sehingga dapat terhindar dari demam berdarah.

''Dulu banyak teman terkena demam berdarah, inilah yang membuat saya mencoba mencari-cari bahan agar seseorang aman dari serangan nyamuk,'' ujar dia.

Ada lagi Juvianto Dwi Prasetyo, siswa kelas V SD Negeri Polisi V Bogor. Dia pernah melihat betapa susah memisahkan biji kacang antara yang besar dan kecil. Lantas dia tergerak membantu petani dengan membuat mesin saringan biji agar mempermudah proses pemisahan biji kacang.

Alat yang dibuatnya sederhana, saringan dengan ukuran tujuh milimeter dan tempat pemisah. Listrik merupakan penggerak utama alat tersebut. Kacang berukuran besar akan langsung berada di tempatnya sedang yang kecil jatuh di bawah penampungan.

Anak-anak Indonesia lebih banyak berkarya membuat peralatan atau bahan yang tepat guna, praktis. Lain halnya anak Jepang yang membuat robot. Robot itu menurut pembuatnya Kaoru Matsuyama hanyalah mainan untuk hiburan.(Agung PW- 72)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA