| Jumat, 30 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
UGM Ingin Jadi Universitas Riset yang MandiriYOGYAKARTA - Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta, menurut Wakil Rektor P3M Prof Dr Retno S Sudibyo MSc Apt, ingin menjadi universitas riset kelas dunia yang unggul, mandiri, bermartabat dengan tetap dijiwai Pancasila demi mengabdi pada kepentingan dan kemakmuran bangsa. ''World class university tersebut antara lain akan ditempuh dengan internasionalisasi program-programnya,'' ujar dia ketika menjadi pembicara kunci pada seminar ''Pengembangan Program Internasional di Lingkungan UGM'' di ruang sidang LPPM UGM, Rabu (28/11). Prof Retno mengatakan, untuk memenuhi misi tersebut, paling tidak ada tiga hal yang mesti dilakukan secara berbarengan oleh UGM, yaitu menjadikan universitas tersebut sebagai universitas riset, sebagai kampus otonom dan mampu bertaraf kelas dunia. Selain itu, ada dua misi khusus yang akan diemban UGM dalam 5 tahun ke depan, yakni menjadi universitas riset kelas dunia beridentitas kerakyatan dan berakar pada sosiokultural dan menuntaskan transisi UGM menjadi PT BHMN. ''Jika ingin menjadi universitas berkelas dunia, maka taraf ''scientific'' kita harus setaraf dengan kelas dunia pula,'' ujarnya. Perbanyak Doktor Dia mengemukakan, beberapa indikator penting yang menjadikan UGM sebagai unversitas riset, di antaranya setengah dari staf dosen UGM sudah bergelar doktor, memberikan pendidikan doktor di semua jenjang program studi, menghasilan 50 doktor per tahun, dan dana penelitian yang dikeluarkan 40 juta dolar AS per tahun. ''Besaran dana riset minimal 30 persen dari total anggaran tahunan UGM,'' tambahnya. Kepala Kantor Urusan Internasional UGM, Daniar Rahmawati Natakusmah SH LLM dalam sambutannya mengemukakan, perlu tambahan program-program studi internasional yang baru di lingkungan UGM sehingga bisa bersinergi melakukan percepatan menuju UGM menjadi world class university. (P12-72) |