| Jumat, 30 Nopember 2007 | KEDU & DIY |
Harapan Hidup Warga DIY TertinggiBANTUL - Meski gizi buruk masih diderita sebagian warga, angka harapan hidup penduduk DIY tertinggi di Indonesia. Dari sekitar 220 ribu anak balita, ternyata 1.03 persen di antaranya menderita gizi buruk. Karena itu, perlu perhatian khusus untuk mengatasinya. ''Walaupun demikian, angka harapan hidup tertinggi,''ungkap Kepala Dinas Kesehatan Provinsi DIY Bondan Agus Suryanto, di sela-sela peluncuran Pojok Gizi di Puskesmas Piyungan, Bantul, kemarin. Menurut dia, asupan makanan yang kurang bagi para balita merupakan penyebab utama giziburuk tersebut. Kondisi ini, kata dia, diperburuk oleh faktor ekonomi, penyakit tertentu, pengetahuan orang tua yang terbatas dan salah metode pengasuhan anak. Penderita gizi buruk menyebar merata di provinsi ini. Untuk mengatasi hal itu, beberapa program diintensifkan. Salah satunya, program pemberian makanan tambahan (PMT) bagi anak balita. Pemprov menganggarkan Rp 1, 4 miliar lewat APBD untuk memperbaiki gizi anak balita. Jumlah itu, lanjut dia, ditambah lagi dana dari APBN Rp 3,5 miliar. ''Tahun depan, jumlah dana akan terus bertambah,î tutur dia. Selain gizi buruk, menurut dia, persoalan kesehatan bagi ibu hamil juga masih menjadi perhatian khusus. Terlebih, 40 persen ibu hamil terindikasi menderita anemia. (sgt-72) |