| Jumat, 30 Nopember 2007 | BANYUMAS |
JALUR SELATANFlu Burung Serang KalikajarWONOSOBO - Dalam 36 hari sejak kasus flu burung sebelumnya, Selasa-Rabu (27-28/11), virus Afian influenza (AI) kini menyerang Dusun Lengkongsari Kelurahan Kalikajar Kecamatan Kalikajar. Sebanyak 15 ekor ayam kampung milik Tarmijo (45), selama dua hari itu mati mendadak. Petugas Kesehatan Hewan dan Veteriner Dinas Peternakan dan Perikanan (Disnakan) Takhsis menuturkan, 15 ayam itu mati dari populasi seluruhnya 25 ekor. Menurutnya, ayam itu baru-baru ini dibeli dari salah seorang pedagang ayam. Ditengarai, ayam-ayam tersebut sudah berpotensi tertular dan menularkan virus AI. Untuk kali pertamanya sejak April lalu serangan virus H5N1 itu meningkat, Kecamatan Kalikajar baru kali ini terjangkiti flu burung. Dokter hewan Sutomo, Kasubdin Kesehatan Hewan dan Veteriner Disnakan menjelaskan, pada umumnya para pedagang memanfaatkan kesempatan untuk membeli ayam di suatu wilayah yang sedang terkena wabah flu burung. (J9-71) Demam Berdarah Mulai Mengancam KEBUMEN - Keluarga Tukul Rusdiarto (48), warga Dusun Gementer, Desa Jlegiwinangun, Kecamatan Kutowinangun, Kebumen, secara serentak terkena penyakit demam berdarah. Setelah diperiksakan di puskesmas, Selasa (27/11) lalu, tiga anaknya dirujuk ke RSUD Kebumen karena mempunyai gejala demam berdarah. Hingga kemarin dua anaknya, yakni M Hidayat (20) dan Nur Hikmah (15), masih dalam perawatan dokter di Bangsal Dahlia RSUD. Satu anaknya lagi, Trisnaningsih (17), sudah diizinkan pulang karena sudah membaik. Rusdiarto mengatakan, Masruroh (12) juga mempunyai gejala seperti tiga kakaknya, yakni panas tinggi. Namun, karena sudah membaik, tidak dibawanya ke rumah sakit. "Yang pertama kali terkena adalah Hidayat, lalu kok adik-adiknya tertular," ujarnya saat menunggui kedua anaknya, kemarin. Ayah tujuh anak yang bekerja sebagai tukang becak itu mengatakan, dalam keluarganya belum pernah ada yang terkena penyakit tersebut. (J19-66) Jalan ke Gua Seplahwan Makin Parah PURWOREJO-Satu lagi bukti yang menunjukkan perhatian Pemkab Purworejo pada pengembangan sektor pariwisata masih sangat minim. Yakni kerusakan jalan menuju salah satu objek wisata Gua Seplahwan di Desa Donorejo, Kecamatan Kaligesing, makin parah. ''Gua Seplahwan terkesan diabaikan. Bagaimana tidak, jalan rusak parah tidak diperbaiki. Padahal, jalan ini merupakan akses satu-satunya ke gua,'' ujar Kades Donorejo, Suparman, kemarin. Dia menjelaskan, panjang jalan rusak kurang lebih 5 km. Jalan tersebut diperbaiki terakhir pada tahun 2005. Itu belum termasuk jalan masuk menuju area gua sepanjang 3 km, bahkan belum diaspal. Pada beberapa pertemuan resmi dengan Muspida, pemerintah desa sudah beberapa kali mengajukan permohonan perbaikan. Tapi nyatanya sampai kini belum ada tanda-tanda akan diperbaiki.(H43-66) Pembagian Benih Padi Selesai MAJENANG- Benih padi bantuan program Peningkatan Produksi Beras Nasional (P2BN) di wilayah kerja UPT Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Majenang, telah dibagikan seluruhnya kepada kolompok tani yang ada. ''Semua bantuan benih padi telah selesai kami bagikan,'' kata Kepala UPT Dispertan Majenang, Rasko F, Kemarin. Kecamatan Dayeuhluhur mendapat jatah terakhir pada selasa (27/11), sesuai jadwal yang telah direncanakan. Sebelumnya, pembagian benih padi tersebut sempat tertunda ketika akan disalurkan ke Desa Mulyadadi, Kecamatan Majenang, beberapa pekan lalu. Penundaan ini disebabkan petani di desa tersebut terlambat panen. Hal ini membuat pihaknya belum berani mengirimkan benih ke Desa Mulyadadi. Menurutnya, bantuan benih padi ini akan bertahan kualitasnya hingga tiga bulan. (J11-74) Penjelasan Lelang Logistik Pilbup PURWOKERTO-Sekretariat KPU Banyumas, kemarin memberikan penjelasan mengenai proses pelelangan logistik Pilbup senilai Rp 2.173.187.530 kepada kalangan rekanan dan masyarakat yang mau mengikuti proses lelang secara terbuka. Ketua Panitia Lelang M. Nur Adi Putra menjelaskan, bahan logistik Pilbup yang akan dilelang ada lima jenis. Yakni surat suara senilai Rp 833.583.600, kartu pemilih senilai Rp 671.000.500, barang-barang cetak Rp 206.175.900. Kemudian penggandaan formulir senilai Rp 317.584.780 dan perlengkapan KPPS-TPS sebesar Rp 144.842.750. ''Hari ini (kemarin) kami melakukan penjelasan kepada kalangan rekanan mengenai tahapan, mekanisme dan tata cara pelelangan. Untuk pendaftaran masih kami tunggu sampai Sabtu (1 Desember),'' kata Adi, kemarin.(G22,H47,in-55) |