logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Nopember 2007 OLAHRAGA
Line

Peluang Marat Safin Tertutup

LOS ANGELES- Kapten Piala Davis Rusia Shamil Tarpishchev menutup peluang Marat Safin untuk didaftarkan sebagai pengganti terakhir dalam final besok melawan Amerika Serikat di Portland, Oregon. Mantan petenis nomor satu dunia Safin berjuang menemukan kembali penampilan puncaknya sejak kembali dari cedera lutut. Namanya tak dimasukkan dalam daftar empat anggota tim Davis Rusia yang diumumkan bulan ini. "Ini tim terkuat kami. Saya rasa para pemain yang terpilih lebih baik dari Marat dan dia tidak akan datang ke sini," kata Tarpishchev, kemarin.

Juara bertahan Rusia akan diwakili petenis nomor empat dunia Nikolay Davydenko, Mikhail Youzhny (peringkat 19), Igor Andreev (33), dan Dmitry Tursunov (34). Meski negaranya akan berusaha merebut Piala Davis ketiga dalam enam tahun terakhir, Tarpishchev menganggap AS sebagai favorit lebih kuat. Pasalnya, mereka bermain di kandang sendiri dengan lapangan yang menguntungkan.

"Bukan kebetulan jika bermain di Moskwa,kami menang di lapangan tanah liat. Lapangan dengan permukaan seperti itu mengurangi kekuatan serangan para pemain," terangnya.

Inspirasi Sepak Bola

Safin memimpin Rusia mengungguli AS 3-2 dalam semifinal tahun lalu di Moskwa. Mereka kemudian mengalahkan Argentina dalam lapangan sejenis di final. "Di sini kami akan bermain di lapangan dengan permukaan cepat. Tentu saja permainan servis dan voli akan menjadi faktor penting. Itu sebabnya mengapa lebih sulit menggunakan taktik di sini. Jelas, permukaan lapangan membuat satu tim lebih kuat dan mengurangi kapasitas tim lain," tambah Tarpishchev.

AS yang mengincar kemenangan Piala Davis pertama mereka dalam 12 tahun akan diwakili petenis dengan servis kuat Andy Roddick, James Blake serta Bryan bersaudara, Bob dan Mike. Kapten Tim Paman Sam adalah Patrick McEnroe.

Meski berstatus juara bertahan, perjuangan Rusia di final tahun ini tak akan mudah. Selain menghadapi AS yang menjadi negara paling banyak mengoleksi titel juara di ajang tersebut, Nikolay dkk akan bermain di bawah tekanan publik lawan.

Namun, mereka mengaku terinspirasi perjuangan tim sepak bola negaranya yang lolos ke putaran final Euro 2008. Semangat yang sama akan menginspirasi