| Kamis, 29 Nopember 2007 | OLAHRAGA |
Atlet Menyusut, Target Bertahan
SOLO - Kontingen Indonesia memasang target mempertahankan peringkat empat ASEAN Paragames 2008 di Bangkok, Thailand, 17-27 Januari mendatang. Kontingen yang terdiri atas 44 atlet dan 16 ofisial itu minimal harus merebut kembali peringkat keempat, seperti catatan pada event serupa di Manila Filipina, tahun 2005 yang mengoleksi 31 emas, 27 perak, dan 24 perunggu. Para atlet digembleng intensif dalam pelatnas Badan Pembina Olahraga Cacat (BPOC) di Solo, mulai 8 November hingga 15 Januari mendatang. "Memang berat, tetapi kami akan berupaya keras. Jumlah atlet yang dikirim menyusut. Waktu di Manila 55 orang, kini tinggal 44 orang," kata Wakil Sekjen BPOC Sulistyo di ruang kerjanya, kemarin. Penyusutan atlet itu akibat berkurangnya alokasi dana. Jika tahun 2005 sekitar Rp 2,1 milar kini hanya Rp 1,5 miliar. Sedikitnya jumlah atlet tersebut diprediksi memengaruhi daya saing memperebutkan medali. Apalagi beberapa negara lain justru mengirimkan atlet lebih banyak, seperti Brunei Darussalam 55 atlet, Malaysia (347), Singapura (205), Thailand (456) dan Vietnam (136). Tujuh Cabang Atlet Indonesia akan turun dalam tujuh cabang, yakni atletik, tenis lapangan, tenis meja, bulu tangkis, catur, renang dan angkat berat. Menurut Sulistyo yang didampingi Biro Atletik BPOC Abdul Azis, cabang atletik dan renang dibidik sebagai ladang emas. "Kami mengandalkan emas dari atlet putri dan atlet yang punya tingkat kecacatan tinggi. Sekitar separuh atlet yang kami kirim adalah atlet putri," ujar Sulistyo. Sementara itu, KONI Jateng memberikan uang saku bagi sebelas atlet yang masuk kontingen Indonesia pada ASEAN Paragames. Penyerahan dilakukan Wakil Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi KONI Jateng Mugiyo Hartono didampingi Wakil Ketua I Soenjoto di aula Kantor Perwakilan Dephan RC Jebres, Solo, semalam.
|