logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Hashim Mangkir dalam Pemeriksaan

  • Polisi Belum Panggil Paksa

SOLO- Polisi yang mengusut kasus pencurian artefak berupa lima arca milik Museum Radya Pustaka terbentur kendala. Hashim Djojohadikusumo yang sedianya diperiksa, kemarin, tidak bisa memenuhi panggilan polisi. Alasannya yang dikemukakan pengacaranya, Deni Hermawan Pamungkas SH, karena kliennya itu masih berada di luar negeri.

Kepolisian belum berencana memanggil secara paksa pengusaha yang membeli lima arca tersebut. Sebab pihak pengacara mengusulkan menjadwal ulang pemeriksaan terhadap adik kandung mantan pangkostrad Letjen (purn) Prabowo tersebut. Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto, kemarin, juga menerima usulan tersebut.

Setelah dijadwal ulang, pemeriksaan Hashim akan dilakukan Senin (3/12). Bukan hanya putra Prof Dr Soemitro Djojohadikusumo (alm) tersebut yang mangkir dalam pemeriksaan, sebab salah satu orang kepercayaannya, yakni Ny Hedy (69), juga tidak bisa memenuhi panggilan polisi untuk kali kedua.

Juru bayar pembelian lima arca dari Heru Suryanto (55) itu, tidak hadir dalam pemeriksaan karena sakit. Oleh dokter yang menanganinya, dia diminta istirahat selama empat hari karena demam.

Karena sakit, Ny Hedy, seperti yang dikemukakan Deni Hermawan Pamungkas SH, baru akan dihadirkan Sabtu (1/12) lusa.

Tiga dari saksi yang rencananya diperiksa hanya FX Triman (65), mantan anggota TNI yang memenuhi panggilan penyidik. Pensiunan pasukan elite berpangkat kolonel itu dijadikan saksi karena mengetahui dan yang menjaga lima arca hasil curian saat berada di tempat tinggal Hashim Djojohadikusumo di Kemang, Jakarta Selatan. Bahkan dialah yang menyaksikan penyitaan lima arca dari rumah Hashim oleh tim Resmob Poltabes Surakarta yang dipimpin AKP Sunarto beberapa hari lalu.

Triman diperiksa sekitar tiga jam. Disela-sela pemeriksaan, dia diperkenankan oleh penyidik untuk melihat kembali lima arca yang telah diamankan di Poltabes Surakarta baik arca asli maupun yang palsu. ''Arca asli yang di sita di sini (Poltabes-red) sebelumnya berada di rumah Pak Hashim,'' kata dia.

Selebihnya dia tidak mau berkomentar banyak perihal materi pemeriksaan. Alasannya, sudah disampaikan kepada penyidik. Berdasarkan hasil pemeriksaan, tidak banyak keterangan yang disampaikan Triman kepada penyidik, karena dia memang tidak terlibat langsung dalam pembelian lima arca dari Heru hingga sampai ke rumah Hashim.

Di Luar Negeri

Deni Hermawan yakin kalau Hashim membeli lima arca bukan dari Heru melainkan melalui Hugo Kreijger (52). ''Pembelian arca juga dilakukan di luar negeri dengan menyertakan sertifikatnya.''

Dia mengatakan, Hashim membeli lima arca dari Hugo Kreijger nilainya lebih besar dibanding informasi yang berkembang saat ini. Hanya saja, pengacara yang tinggal di Jakarta itu tidak menjelaskan besaran pembelian arca.

Seperti diberitakan, Heru Suryanto (55) selaku penadah membeli lima arca dari Kepala Museum Radya Pustaka KRH Darmodipuro yang akrab disapa Mbah Hadi (69) berkisar antara Rp 80 juta dan Rp 270 juta. ''Kliennya mau membeli lima arca, selain disertai surat resmi dari SISKS Paku Buwono XIII juga mempunyai niat untuk menyelamatkan lima arca agar tidak dijual ke luar negeri,'' tandasnya.

Soal keaslian sertifikat, lanjut Hermawan, akan diserahkan kliennya di kepolisian pada pemeriksaan yang dijadwalkan Senin mendatang. Kapoltabes Surakarta Kombes Pol Lutfi Lubihanto masih memaklumi alasan ketidakhadiran para saksi seperti yang dijelaskan Deni Hermawan Pamungkas. (G11-46)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA