logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Nopember 2007 NASIONAL
Line

Jalan Panjang Legenda Rock (1)

Asa Ahmad Albar Selalu Membara

Setelah Roy Marten, giliran Ahmad Albar alias Iyek ditangkap polisi dalam kasus narkoba. Bahkan, anakya Fachry Albar diduga menyimpan kokain, barang langka di Indonesia. Sejarah musik rock Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pria berambut kribo, Ahmad Albar. Tidak berlebihan jika pria yang akrab dipanggil Iyek itu sebagai legenda musik cadas Tanah Air. Mudah saja indikasinya, bersama beberapa grup musik yang pernah digawanginya, dia berkibar di blantika musik Indonesia, dengan hits yang terus dikenang oleh para penggemarnya.

Tidak hanya itu, sesuai dengan seleksi alam, tidak banyak musisi yang mampu mempertahankan eksistensinya hingga usia senja. Hanya sedikit musisi Indonesia mampu bertahan dari ganasnya gemerlap panggung hiburan. Di antara nama itu ada Titiek Puspa, dan Iwan Fals. Nama yang disebut terkhir itupun terlahir lebih dari satu dekade setelah Ahmad Albar.

Seperti kebanyakan musisi rock Tanah Air, Ahmad Albar kelahiran Surabaya 16 Juli 1946, mengawali karir di dunia hiburan sejak kanak-kanak lewat panggung akting di layar lebar, melalui debut filmnya berjudul ''Jendral Kancil'' tahun 1957.

Karir anak dari pasangan Syech Albar dan Farida itu melambungkan sejak usia sebelas tahun. Bersama teman-teman sebayanya, dia membentuk band bocah Bintang Remaja.

Sayang dua tahun kemudian band tersebut bubar. Tapi asa Albar selalu membara dan tak lekas berputus asa. Bersama Titi Qadarsih, terkenal lewat panggung catwalk, Ahmad Albar membentuk Kuarta Nada. Band ini pun tidak bertahan lama, dan akhirnya bubar.

Di usia 14 tahun, 1960, dia berangkat ke Belanda. Di negeri Kincir Angin itu anak kedua dari enam bersaudara ini pun kemudian membentuk grup musik Take Five (1966), sayang grup itupun juga tidak mampu bertahan dan bubar setahun kemudian. Setelah kembali gagal, tahun itu pula membentuk Clover Leaf yang kemudian menelurkan album dan lima single.

Tahun 1972 bersama Ludwig Lemans, gitaris Clover Leaf, Iyek pulang ke Tanah Air. Di Indonesia, dia mencari musisi untuk bergabung dengan dirinya. Tahun itu juga akhirnya terbentuk God Bless dengan formasi awal, Ahmad Albar (vokal), Donny Fattah (bas), Ludwig Lemans (gitar), Fuad Hasan (drum), dan Deddy Dores (keyboard).

Manggung Pertama

Grup cadas anyar itu pertama kali manggung di acara bertajuk ''Summer 28'' di Ragunan Jakarta tahun 1972. Belakangan Deddy Dores keluar, dan ketika tampil di Taman Ismail Marzuki setahun kemudian posisi keyboard dipegang Jockie Soeryoprayogo.

Pada awal terbentuknya, God Bless masih membawakan lagu-lagu grup luar negeri seperti Deep Purple, Grand Funk Railroad, ELP, King Ping Me, dan James Gang. Setelah Fuad Hasan meninggal dunia, posisinya digantikan oleh Teddy Sujaya.

Tahun 1975, di bawah label Pramaqua, God Bless merilis debut album bertitel God Bless, dengan lagu hit Huma di Atas Bukit dan She Pass Away. Pada tahun itu pula mereka mendapat kehormatan menjadi band pembuka konser Deep Purple di Stadion Utama Senayan, sekarang Gelora Bung Karno.

Setelah album perdana itu, God Bless kemudian menelurkan, enam album, yakni Cermin (1980), Semut Hitam (1988), Raksasa (1989), The Story of God Bless (kompilasi, 1990), 18 Greatest Hits of God Bless (kompilasi, 1992), dan terakhir Apa Kabar (1997).

Dalam rentang waktu tersebut, grup rock legendaris ini mengalami tak kurang dari 15 kali ganti formasi. Sejumlah musisi yang pernah bergabung antara lain Soman Lubis, Deddy Stanzah, Rudi Gagola, Abadi Soesman, Dodo Zakaria, Oding, Debby, Keenan Nasution, Eet Syahranie

Terakhir, beberapa bulan lalu, setelah terakhir manggung sejak 1997, God Bless, kembali menemui penggemarnya di Senayan Jakarta. Dalam kesempatan itu, God Bless digawangi Ahmad Albar (vokal), Ian Antono (gitar), Donny Fatah (bass), Abadi Soesman (keyboard), dan Yaya Karya Muktio (drum).

Hingga kini beberapa lagu God Bless yang menjadi hits di antaranya, Panggung Sandiwara, Balada Sejuta Wajah, Semut Hitam, Anak Adam, Bis Kota, Menjilat Matahari, Ayat-ayat Setan, Tersisa, Kehidupan, dan Raksasa.

Selain menggawangi God Bless, di saat grup tersebut vakum, Ahmad Akbar pernah membentuk grup Gong 2000. Grup inipun menelurkan beberapa hits, seperti Bara Timur dan Menanti Kejujuran. Selain itu dirinya pernah beberapa kali tampil solo atau duet.

Dalam perjalanan cintanya, Ahmad Albar pernah beristrikan artis Rini S Bono dan mempunyai anak laki-laki yaitu Fachry Albar dan Fauzi Albar. Seperti menjejaki kedua orang tuanya, Fachri kemudian juga terjun di dunia hiburan melalui seni peran dan hingga sekarang menjadi ikon sebuah produk rokok. (Wahyu Wijayanto-77)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA