| Kamis, 29 Nopember 2007 | MURIA |
DBD Kian Menghantui MasyarakatPENYAKIT demam berdarah dengue (DBD) terus menghantui masyarakat di Kabupaten Rembang. Dari hari ke hari jumlah penderitanya terus bertambah dan korban meninggal terus berjatuhan. Hampir semua puskesmas di 14 kecamatan sibuk melayani pasien yang terjangkit penyakit tersebut. Sebelum masa pancaroba (pergantian musim), Bupati H Moch Salim melalui Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) sudah memberikan peringatan dan mengimbau masyarakat untuk hidup bersih dan sehat, baik di kampung-kampung, sekolah-sekolah maupun kantor-kantor. "Kasusnya merata hampir di seluruh wilayah. Hampir semua puskesmas menerima pasien DBD mulai dari anak-anak, remaja, hingga orang tua," ujar Kepala DKK dokter Agus Setia HP MKes. Pada umumnya pasien DBD yang berobat ke puskesmas langsung dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Dokter Soetrasno. Sebab, penyakit ini butuh penanganan khusus demi keselamatan pasien. Menurut pejabat itu, tempat-tempat yang kotor dan benda-benda yang mudah digenangi air harus dibersihkan agar tidak menjadi sarang nyamuk Aedes aegypti, penyebab penyakit tersebut. Demikian pula dengan keadaan cuaca yang tak menentu, seperti yang terjadi di Rembang, semakin memicu meluasnya penyakit DBD. "Jika iklimnya seperti ini, tak ada hujan lebat, nyamuk pembawa DBD semakin mudah berkembang," ujar dia. Dokter UGD RSUD setempat, Budhi Dharmawan, mengungkapkan, beberapa hari terakhir ini banyak pasien DBD yang mondok karena butuh perawatan dokter. Setiap hari tak kurang dari dua hingga lima pasien masuk rumah sakit. Luar Biasa Kabid Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) DKK dokter Endang Hartuti menilai, tahun ini penyebaran DBD di Rembang luar biasa. Hal tersebut bisa dilihat dari banyaknya penderita sekaligus warga yang meninggal akibat penyakit tersebut. Pada awal 2007 (Januari-Februari), jumlah penderita DBD sudah 127 orang dan meninggal 3 orang. Kemudian Januari-April, jumlah penderita DBD meningkat menjadi 358 orang dan delapan meninggal. Data terakhir, Januari - 20 November jumlah penderita naik menjadi 581 orang dan meninggal 18 orang. Sebagian besar penderita berasal dari desa-desa endemis. "Bupati telah memerintahkan kepada warga untuk melaksanakan kegiatan Jumat Bersih. Mudah-mudahan warga mau mengikuti perintah tersebut, biar DBD tidak berkembang," harap dokter itu. Menurutnya, DBD adalah penyakit infeksi yang disebabkan virus dengue dan sistem penularannya melalui nyamuk Aedes aegypti. Penyakit ini bisa menyebabkan kematian dalam waktu singkat. Orang yang terkena DBD memiliki gejala sebagai berikut. Awalnya panas tinggi dua hingga tujuh hari. Kemudian terdapat manifestasi perdarahan, pembesaran hati, dan syok. Jika ada warga yang mengalami gejala seperti itu secepatnya harus dibawa ke puskesmas atau rumah sakit. (Djamal Abdul Garhan-69) |