logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Nopember 2007 SEMARANG
Line

Sempurnakan Deteksi Gempa, Siswa SMKN 2 Dijatah Beasiswa

DUA siswa kelas 3 jurusan elektro industri SMK Negeri 2 Salatiga Irfanuziza dan Sidik Adiwahono, mendapat jatah kuliah di sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Keberhasilan itu diperoleh, buah kerja dari praktik kerja lapangan mereka di sebuah industri peralatan teknologi di Yogyakarta, beberapa waktu lalu.

Saat praktik tersebut, kedua siswa itu bisa menyempurnakan peralatan detektor gempa bumi yang selama ini telah dibuat oleh pabrik tempat mereka praktik. Yakni dengan mengubah sistem deteksi gempa bumi dari penggunaan per sebagai sinyal getaran diganti dengan menggunakan bandul cincin.

Menurut Irfan dengan menggunakan bandul cincin, getaran gempa lebih sensitif ditangkap oleh emergency lampu atau sirene pada peralatan tersebut. Dengan menggunakan per yang dimodifikasi dari peralatan impor buatan Amerika ternyata kurang sensitif.

Keterlibatan dalam proyek pembuatan peralatan itu, ternyata merupakan bentuk pelayanan perusahaan yang mempercayakan kedua siswa asal Kecamatan Tengaran Kabupaten Semarang dan Salatiga itu, bekerja bersama tim perusahaan. Mereka diberi peralatan dan dan buku-buku referensi.

Setelah melakukan penelitian bersama lebih dari sepekan, keduanya berinisiatif mengubah peralatan detektor gempa bumi itu. Alhasil puluhan hingga ratusan produk detektor gempa buatan perusahaan yang sudah terjual di sejumlah kota besar, ditarik item sensornya yang terbuat dari per. Kemudian sensor diganti dengan bandul cincin. Selain itu, produk awal detektor gempa yang ukurannya lebih besar, mampu diringkas keduanya, sehingga lebih sederhana dan kecil.

Pimpinan perusahaan yang berada di Yogyakarta kemudian menawarkan beasiswa kepada Irfan dan Sidik untuk kuliah S1 gratis. Dengan syarat harus bekerja di perusahaan PT Yogya Presisi Teknikatama, tempat mereka praktik lalu. ''Kami menerimanya dan setelah lulus di SMKN 2 akan kuliah dari beasiswa itu,'' ujarnya.

Kepala SMKN 2 Drs Reza Pahlevi mengatakan, kedua siswa mereka itu sejak di sekolah sangat kerap berinovasi menciptakan produk-produk teknologi. Meskipun menggunakan komponen elektronika sederhana tetapi fungsi dan manfaatnya sangat besar. Seperti lampu darurat dan lainnya. (Surya Yuli P-16)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA