logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 29 Nopember 2007 EKONOMI
Line

Lima Bank Beri Pinjaman PLN

  • Pembangunan Pembangkit Listrik 10 Ribu MW

JAKARTA-Perusahaan Listrik Negara (PLN) telah menunjuk lima bank yang akan memberikan pinjaman untuk pembangunan proyek pembangkit listrik 10 ribu megawatt. Tiga bank berupa bank domestik, yaitu Bank Central Asia (BCA), BNI, dan Bank Mandiri. Sedangkan dua bank lainnya adalah bank internasional yaitu Bank of China dan Barclays. Hal itu diungkapkan Direktur Keuangan PLN Parno Isworo dalam jumpa pers di Kantor Kementerian Perekonomian, Lapangan Banteng, Jakarta Pusat kemarin.

''Jumlah total kredit yang dikucurkan dari bank domestik adalah Rp 4,4 triliun dan bank asing sebesar 1,1 miliar dolar AS. Untuk bank domestik, jangka waktu pengembalian adalah 10 tahun sedangkan untuk bank asing 12 tahun atau lebih. Ini pertama kali PLN mendapat pinjaman eksternal secara langsung dengan pemberian jaminan penuh dari pemerintah,'' katanya.

Pemberian pinjaman tersebut diperuntukkan bagi percepatan pembangunan pembangkit listrik 10 ribu MW yang terdiri atas pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) berbahan bakar batu bara di Jawa. Proyek itu adalah PLTU di Labuan dengan kapasitas 2 x 315 MW, PLTU Indramayu dengan kapasitas 3 x 330 MW, dan Rembang 2 x 315 MW.

Parno menambahkan, BCA akan membiayai proyek Labuan, BNI membiayaai proyek Indramayu, sedangkan proyek Rembang oleh Bank Mandiri. Untuk Bank of China dan Barclays akan membiayai proyek Indramayu dan Rembang dengan porsi pinjaman dolar AS.

Konversi BBM

Percepatan proyek itu, lanjut dia, tidak lepas dari adanya efisiensi yang dihasilkan jika bahan bakar dikonversi dari BBM (solar) ke batu bara. ''Perhitungannya mudah saja. Kalau memakai solar dengan harga Rp 6.000 per liter kemudian dikalikan dengan 0,3 per liter KWH, hasilnya Rp 1.800 sehingga tarif rata-rata pemakaian BBM menjadi Rp 600 per KWH. Sedangkan dengan batu bara seharga Rp 150 per kg, tarif rata-ratanya hanya Rp 175 per KWH,'' jelasnya. Karena itu, dalam kondisi kenaikan harga minyak mentah dan efisiensi maka pemerintah pun akan menjamin penuh pemberian pinjaman tersebut. (J10-59)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA