| Kamis, 29 Nopember 2007 | BUDAYA |
Pa'Ce RastaKonsisten pada ReggaeAPA yang membuat seseorang begitu mencintai musik reggae? Karena harmonisai, melodi, dan rhythm-nya berjalan laras. Demikian dikatakan Roy Putuhena, basis, penulis lirik, music director sekaligus mastermind Pa'Ce Rasta, sebuah nama grup band anyar yang mengkhususkan pada warna musik reggae. Bersama Kun Bean (vokal) dan Darsiah (drum), mantan basis Rastafara itu mengibarkan album perdana bertajuk Red, Yellow, Green. Album yang mengemas sepuluh tembang ini sekaligus mengukuhkan totalitas Roy yang lebih dari 15 tahun menekuni musik yang diidentikkan dengan persona Bob Marley itu. Tidak jauh berbeda dari Rastafara, Pa'Ce Rasta lebih mematangkan kemampuan musikalitasnya di jalur reggae pop. Hanya bedanya, tidak sebagaimana grup band terdahulunya itu, Pa'ce Rasta tidak membentuk sebuah komunitas reggae. "Karena kami tidak akan mensegmentasi penikmat kami, siapapun bisa menikmati musik ini sepanjang dia suka," ujar Roy yang dikenal sebagai basis reggae terdepan di Jakarta, kemarin. Mengandalkan single "KKBR" (Kupu-Kupu Beracun), "Red Yellow", dan "Amsterdam" (Ampera Terus Ke Dalam), popularitas Pa'ce Rasta, sebagaimana dikatakan pengamat musik Remy Soetansyah, tampaknya semakin nyata. "Pengalaman dan jam terbang dalam mengaransemen sebuah lagu berirama reggee telah mereka buktikan sejak lama. Mungkin hanya waktulah yang tampaknya bakal menggiring mereka ke pintu kesuksesan." Menurut Adong, manajer mereka, tiga single andalan mereka yang sudah diperdengarkan kepada publik sejak enam bulan lalu, mendapat tanggapan positif di telinga pendengar musik di radio-radio. Bahkan salah satu tembang di antara tiga single andalan mereka menduduki chart ke-5 di Radio Mustang Jakarta dan menduduki tangga nomor satu di Radio Sena Putra Malang serta beberapa radio di berbagai kota lain. Tanggapan membahagiakan inilah yang membuat Adong terus menjalankan stragegi promosinya ke semua stasiun radio di Indonesia, dari Aceh hingga Papua. (G20-45) |