| Rabu, 28 Nopember 2007 | PANTURA |
Razia Bocor, Hanya 11 Pelacur TertangkapPEMALANG- Tempat hiburan dan warung remang-remang di pinggir jalur pantura Pemalang dirazia aparat Satpol PP dan polisi, Senin (26/11) malam. Sebanyak 30 personel pamong praja yang dipimpin Kepala Satpol Didik Suryadi SIP serta dibantu anggota polres mulai bergerak sekitar pukul 20.30. Rombongan petugas dibagi menjadi dua tim. Tim pertama menuju kompleks terminal induk, sedangkan tim kedua ke Ulujami. Namun, operasi itu diduga sudah tercium oleh para pengelola warung remang-remang. Akibatnya, ketika petugas datang, sejumlah warung sudah tutup. Kalau pun buka, hanya ada beberapa pengunjung pria yang duduk-duduk. Adapun para pelacur yang biasanya ramai mangkal, hilang bagai ditelan bumi. "Kemungkinan razia sudah bocor, sehingga hanya sedikit yang dapat diciduk," ujar anggota Satpol PP Subiyanto yang memimpin operasi di kompleks terminal. Tim lainnya yang bergerak ke wilayah timur mendapatkan bekas lokalisasi Lowa, sepi. Di sebuah warung karaoke, petugas mendapati dua wanita nakal. Bersitegang Di sebuah kafe yang cukup besar di Ulujami, petugas bersitegang dengan pemiliknya. Si pemilik bahkan mengancam akan menuntut pemkab. Dia beralasan, tempatnya sudah mengantongi izin. Namun petugas meragukan hal itu. Masa izin sebuah kafe di Taman juga ketahuan telah habis dan belum diperbarui. Petugas memberi waktu kepada pengelola agar segera memperpanjang izin tersebut. Selain pelacur, polisi juga merazia gelandangan dan orang gila yang keluyuran. Operasi yang dilakukan sampai pukul 23.00 itu menjaring 11 pelacur, seorang germo, dan satu orang gila. Pelacur dan germo yang tertangkap diserahkan ke polres untuk diperiksa dan selanjutnya dikenai pasal tindak pidana ringan. Aparat juga menyita 15 botol minuman keras. Dalam operasi itu, sejumlah petugas mengaku merasakan hal yang aneh, yakni sulit menemukan keberadaan gelandangan atau orang gila. Padahal kalau tidak ada operasi, mereka nampak berkeliaran di jalan. Walaupun berbagai sudut kota sudah diobok-obok, hanya satu orang yang ditemukan. Mereka seperti tahu kalau akan ada operasi. (sf-65) |