| Rabu, 28 Nopember 2007 | PANTURA |
Banyak Guru SD Tertunda Pangkatnya
BATANG - Masih banyak guru SD di Kabupaten Batang yang kenaikan pangkatnya dari IVA ke IV B tertunda. Pasalnya, mereka tidak bisa membuat karya tulis ilmiah (KTI). Padahal, salah satu persyaratan agar bisa naik pangkat harus membuat KTI. "Saya sudah menyandang pangkat IVA sejak tahun 2000. Tapi, sampai tahun 2007 tidak bisa naik ke IV B karena belum bisa membuat KTI," ujar FX Haryanto, Kepala SD Kepundung Kecamatan Reban, di sela-sela mengikuti sosialisasi pendidikan dan pelatihan (diklat) penulisan karya ilmiah yang diadakan oleh LSM Putra Roban Bersatu (PRB) Selasa sore kemarin. Menurutnya, selama ini guru kesulitan saat mendapat tugas pembuatan KTI. Ini disebabkan karena, tidak ada institusi atau lembaga yang mengajari penulisan KTI. Dia menjelaskan, sebenarnya sudah ada pembelajaran penulisan KTI. Namun, masih sebatas melalui seminar." Adapun yang kami butuhkan adalah tidak hanya sekedar teori saja tapi juga praktik seperti yang diajarkan oleh tim PRB ini,"ujar dia. Buka Cakrawala Karena itu, dengan mengikuti diklat diharapkan bisa membuka cakrawala penulisan, sehingga untuk menuju ke pangkat IVB tidak ada kendala lagi. Ketua LSM PRB Agus SM SPd menjelaskan, mengacu PP Nomor 19 tahun 2005 secara jelas ada ruang bagi swasta ikut berperan aktif mendukung peningkatan kualitas guru. Pihaknya telah melakukan pendekatan ke beberapa pihak, termasuk ke Lembaga Peningkatan Mutu Pendidikan (LPMP) Departemen Pendidikan Nasional. "Kami ingin membantu rekan-rekan guru yang selama ini kenaikan pangkat IVA ke IVB tersendat agar lancar. Misi PRB memberi pembedayaan melalui pembelajaran diklat penulisan,"tandasnya. Sebagai contoh, kegiatan yang dilakukan di Kecamatan Reban itu diikuti puluhan guru SD. Sedangkan di kecamatan yang lain juga sudah menanti untuk diberikan diklat. "Tujuan kami simpel saja, yaitu agar gereget dunia pendidikan di Batang dinamis. Karena itu kami terjun membantu pemerintah dalam memberikan pelatihan penulisan karya ilmiah " tutur Drs A Ghoni MAg, dari Divisi Pendidikan. Terpisah Kepala Dinas Pendidikan, H Priyodigdo SE MM menyatakan, pihaknya mendukung kegiatan yang dilakukan LSM PRB. (ar-61) |