| Rabu, 28 Nopember 2007 | PANTURA |
1.600 Pelanggan PDAM Krisis Air
KEDUNGWUNI - Sebanyak 1.600 pelanggan PDAM di Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan sepekan terakhir ini mengalami krisis air bersih menyusul terbakarnya salah satu instalasi sumur milik PDAM. Sebagian besar pelanggan adalah warga Kompleks Perumahan Pisma Griya Permai, Puri Asri, dan Kwayangan. Sepekan terakhir air sama sekali tidak mengalir dan hanya menetes antara pukul 22.00-03.00. Udin (30), salah satu warga Pisma mengeluhkan kondisi tersebut. Krisis air bersih di perumahannya sudah berlangsung sejak bulan puasa lalu. "Sejak puasa lalu sudah terjadi krisis air bersih, namun air masih mengalir meski crat-cret," tuturnya. Sebulan terakhir, krisis air semakin parah. Beberapa pekan lalu air sempat mengalir namun bercampur lumpur dan tanah. "La kok seminggu ini air tidak mengalir lagi, padahal kami menggantungkan kebutuhan air dari PDAM," ucapnya. Untuk kebutuhan sehari-hari, bapak yang punya anak balita itu mengaku memanfaatkan air kemasan atau minta air ke tetangga yang punya sumur. Dia meminta pihak terkait bertindak serius mengatasi krisis air di Kedungwuni. Hal senada disampaikan Priadi (35), warga Puri. Sebulan terakhir ini adalah saat yang memprihatinkan bagi ratusan pelanggan PDAM di perumahannya. "Tiap pagi harus ngangsu air ke sumur yang ada di luar kompleks, mau mencuci dan mandi saja harus mengungsi," tandasnya. Diperbaiki Direktur PDAM Dharmaji saat dikonfirmasi mengakui adanya persoalan aliran air di wilayah Kedungwuni. Terhentinya aliran air sepekan terakhir disebabkan karena ada instalasi salah satu sumur di Kwayangan yang terbakar. Padahal satu sumur lainnya masih diperbaiki. "Semua sumur tidak berfungsi dan kami masih berusaha memperbaiki kerusakan itu," ucapnya. Sampai saat ini dia mengaku masih menunggu kiriman peralatan dari Semarang untuk memperbaiki kerusakan instalasi tersebut. Sedangkan pembangunan sumur diperkirakan baru akan selesai Desember mendatang. Sedangkan debit air yang ada saat ini menurun drastis dari 10 liter /detik kini tinggal 5 liter/detik. Akibat kondisi itu hampir seluruh pelanggan yang berjumlah 1.600 keluarga mengalami krisis air bersih. Untuk itu Dharmaji mengaku sudah mengirimkan mobil tanki untuk menyalurkan bantuan air bersih ke beberapa perumahan sejak Minggu lalu. (G16-17) |