| Rabu, 28 Nopember 2007 | PANTURA |
Warga Dumeling 2 Bulan Tak Terima Jatah RaskinBREBES- Warga Desa Dumeling, Kecamatan Wanasari mengeluhkan jatah beras untuk rakyat miskin (raskin) sudah dua bulan tidak mereka terima. Padahal, beras tersebut sangat membantu mereka untuk memenuhi kebutuhan makan sehari-hari. Setiawan (34), warga Dumeling RT 13 RW 2 mengatakan, dia dan warga lainnya tidak mendapat jatah raskin bulan September dan Oktober. Mereka baru menerima raskin jatah bulan November. Padahal, petugas desa sudah menarik uang ke warga untuk membayar beras tersebut ke Bulog untuk jatah bulan Agustus. "Biasanya kalau uang sudah disetorkan, bulan berikutnya Bulog akan mengirim beras kembali. Tapi ternyata September dan Oktober Bulog tidak mengirim, padahal desa lainnya sudah dikirim," katanya. Hal yang sama disampaikan Taryunah (41). Baik Taryunah maupun Setiawan menduga petugas desa belum menyetor uang untuk jatah bulan Agustus ke Bulog. Akibatnya, Bulog tak mau mengirim kembali sebelum pembayaran lunas. "Sepertinya setelah warga menanyakan masalah itu, pihak desa baru membayar ke Bulog. Jadi, pada bulan ini raskin baru dikirim," ujarnya. Kegiatan Desa Sekretaris Desa Dumeling, Hidayah mengatakan, pihaknya memang telat menyetor uang ke Bulog hingga menyebabkan jatah beras bulan September dan Oktober tidak dikirim. Hal itu karena uang tersebut dipakai lebih dulu untuk kegiatan-kegiatan desa. "Memang benar uang tidak disetor. Tapi tidak benar kalau dikatakan uang dipakai untuk kepentingan pribadi aparat desa," katanya. Pihaknya berjanji akan mengupayakan raskin pada bulan ini diberikan tiga kali ke warga. Yaitu, dengan berusaha mencari uang penyetoran, agar Bulog mau mengirim jatah beras. Camat Wanasari Drs Taifur Asaybha mengakui, Desa Dumeling belum lunas setoran. Setoran desa-desa lain di wilayahnya lancar, sehingga warga dapat menerima jatah raskin. "Memang dari laporan, diduga aparat Desa Dumeling memakai uang untuk setoran raskin. Mereka tidak menyetorkannya ke Bulog," jelasnya. (J16-65) |